Gus Yahya: Indonesia Harus Manfaatkan Keanggotaan di Badan Perdamaian untuk Redakan Timur Tengah

- Kamis, 05 Maret 2026 | 21:30 WIB
Gus Yahya: Indonesia Harus Manfaatkan Keanggotaan di Badan Perdamaian untuk Redakan Timur Tengah

Ketegangan di Timur Tengah yang kian memanas mendesak semua pihak mencari solusi. Menurut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Indonesia sebenarnya punya satu alat yang bisa dioptimalkan: keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) atau Badan Perdamaian. Ini bisa jadi sarana diplomasi untuk meredakan situasi.

Gus Yahya bersikeras, tidak ada opsi lain selain mengupayakan perdamaian. Semuanya harus diarahkan ke sana.

"Kita ndak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai, berhenti perang, berhenti, berhenti, berhenti perang, berhenti, damai sekarang," tegasnya.

Dia menambahkan, "Tidak ada alternatif lain. Karena kalau ndak begitu tidak ada yang selamat. Tidak ada yang selamat. Kita harus berhenti, kekerasan ini harus kita hentikan segera dengan cara apa pun yang mungkin."

Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta, Kamis lalu, sebelum menghadiri buka puasa bersama di Istana dengan Presiden Prabowo Subianto.

Memang, NU sudah menyampaikan belasungkawa atas korban yang berjatuhan. Tapi menurut Gus Yahya, yang lebih krusial sekarang adalah tindakan nyata. Fokusnya harus pada bagaimana menghentikan kekerasan itu, secepat mungkin.

Lalu, bagaimana caranya? Di sinilah peran BoP muncul. Gus Yahya melihat forum internasional itu sebagai instrumen yang bisa dipakai. Meski mungkin pengaruhnya terbatas, tapi harus dimanfaatkan.

"Ya kita cari caranya memanfaatkan BoP untuk upaya perdamaian itu gitu. Apa pun yang sudah ada di tangan ini mari kita gunakan," ujarnya.

Dia lantas memberi analogi yang sederhana namun mengena. Bayangkan perlu menggali lubang, tapi cuma punya sendok. Ya terpaksa pakai sendok itu.

“Kalau kita butuh menggali lubang ndak ada skop, punyanya sendok, kita gali pakai sendok gitu. Kira-kira gitulah," jelas Gus Yahya.

Poinnya jelas. "Jangan ada yang walaupun kelihatannya lemah lalu sesuatu yang sebetulnya bisa digunakan kita buang, ndak begitu caranya. Kita gunakan apa pun karena kepentingan untuk perdamaian itu absolut.”

Intinya, dalam situasi genting seperti ini, semua jalan harus ditempuh. Sekecil apa pun peluangnya.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar