Ketegangan di Timur Tengah yang kian memanas mendesak semua pihak mencari solusi. Menurut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Indonesia sebenarnya punya satu alat yang bisa dioptimalkan: keanggotaannya dalam Board of Peace (BoP) atau Badan Perdamaian. Ini bisa jadi sarana diplomasi untuk meredakan situasi.
Gus Yahya bersikeras, tidak ada opsi lain selain mengupayakan perdamaian. Semuanya harus diarahkan ke sana.
"Kita ndak punya pilihan selain berjuang sekuat tenaga supaya damai, berhenti perang, berhenti, berhenti, berhenti perang, berhenti, damai sekarang," tegasnya.
Dia menambahkan, "Tidak ada alternatif lain. Karena kalau ndak begitu tidak ada yang selamat. Tidak ada yang selamat. Kita harus berhenti, kekerasan ini harus kita hentikan segera dengan cara apa pun yang mungkin."
Pernyataan itu disampaikannya di Jakarta, Kamis lalu, sebelum menghadiri buka puasa bersama di Istana dengan Presiden Prabowo Subianto.
Memang, NU sudah menyampaikan belasungkawa atas korban yang berjatuhan. Tapi menurut Gus Yahya, yang lebih krusial sekarang adalah tindakan nyata. Fokusnya harus pada bagaimana menghentikan kekerasan itu, secepat mungkin.
Artikel Terkait
Volvo ES90 Resmi Meluncur di Indonesia, Tawarkan Jarak Tempuh 661 Km
Tabrakan Beruntun 10 Kendaraan di Tol Cipularang Tewaskan Dua Orang
Ayah Tiri di Mojokerto Jadi Tersangka Pencabulan Anak Tiri Sejak Kelas 3 SD
Pemerintah Izinkan Badung Gunakan Insinerator untuk Sampah Kayu Kiriman Laut