Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur Dianggap Tradisi Baik
Ketua MPR Ahmad Muzani memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas pemberian gelar pahlawan nasional kepada Presiden RI ke-2, Soeharto. Menurut Muzani, langkah pemerintah ini merupakan bentuk tradisi yang positif dalam menghargai jasa para pendahulu.
Muzani menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini adalah wujud pengakuan negara terhadap kontribusi dan perjuangan yang telah dilakukan oleh para pemimpin masa lalu. Pernyataan ini disampaikannya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Senin.
Ia menambahkan bahwa tradisi menghormati senior dan pendahulu merupakan nilai yang sangat baik. Muzani mengakui bahwa setiap manusia, termasuk para pemimpin, tidak luput dari kesalahan, namun penting untuk mengedepankan sikap menghargai jasa-jasa mereka.
Dalam pernyataannya, Muzani juga menyebut prinsip budaya Jawa "mikul dhuwur mendhem jero" yang mengajarkan untuk menghormati jasa seseorang dan menutupi kekurangannya. Prinsip ini menekankan pentingnya mengenang kebaikan serta mengambil pelajaran dari kesalahan tanpa perlu mendramatisirnya.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada sepuluh tokoh bangsa. Dua di antara penerima penghargaan tersebut adalah mantan presiden Indonesia, yaitu Soeharto dan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid atau yang dikenal dengan panggilan Gus Dur.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Berantai di Hotel-Hotel Bintang Lima Jakarta Pusat
Dicoding dan Accenture Kembali Gelar Program Asah 2025 untuk Siapkan Talenta Digital dari Daerah
Janice Tjen Kalahkan Fernandez, Lolos ke 16 Besar Dubai Championship
Jemaah Naqsyabandiyah di Padang Mulai Puasa Lebih Awal Berdasarkan Hisab-Rukyat