Ledakan di SMAN 72 Jakarta: Polisi Bantu Perbaiki Sekolah, 96 Korban Ditemukan
Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, telah menyebabkan kerusakan parah dan menelan banyak korban. Menanggapi kejadian ini, Polres Metro Jakarta Utara turun tangan langsung untuk membenahi kondisi sekolah pasca-ledakan yang melukai 96 orang tersebut.
Polres Jakarta Utara Gelar Aksi Bersih dan Perbaikan
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Erick Frendriz, menyatakan bahwa kepolisian bersama Polsek Kelapa Gading melakukan aksi bersih-bersih dan perbaikan di masjid sekolah sebagai bentuk kepedulian. Kegiatan yang dipimpin oleh Wakapolres, AKBP James H. Hutajulu, ini mencakup pembersihan menyeluruh, pengecatan ulang dinding, serta perbaikan berbagai fasilitas yang rusak.
Daftar Perbaikan Pasca Ledakan SMAN 72
Beberapa perbaikan signifikan yang dilakukan antara lain:
- Penggantian dan perbaikan keramik serta kaca jendela yang pecah.
- Penggantian lampu, kipas angin, jam dinding, dan karpet.
- Perbaikan pintu utama masjid.
- Penataan ulang instalasi jaringan kabel listrik untuk keamanan.
Kapolri Imbau Masyarakat Tenang dan Waspada
Erick Frendriz menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud gotong royong. Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Pemulihan pasca-insiden ini ditekankan sebagai tanggung jawab bersama antara aparat dan masyarakat.
Kronologi Ledakan dan Identifikasi Terduga Pelaku
Ledakan di SMAN 72 terjadi pada Jumat (7/11/2025) saat salat Jumat berlangsung. Sebanyak 96 orang menjadi korban, dengan 29 orang di antaranya masih dirawat di rumah sakit. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa terduga pelaku ledakan sudah berhasil diidentifikasi. Pelaku, yang merupakan siswa di sekolah tersebut, kini sudah sadar dan sedang menjalani pemeriksaan mendalam oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian sepenuhnya.
Artikel Terkait
Invasi AS ke Venezuela 2026: Katalis Kekacauan Global yang Tak Terhindarkan
Eddy Soeparno Desak 2026 Jadi Tahun Mitigasi Krisis Iklim
Utang Rp 300 Ribu Berujung Maut, Pria di Depok Ditusuk Saat Tidur
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB 2026, Tantangan Diplomasi Menanti