Presiden Amerika Serikat Donald Trump meredakan ketegangan geopolitik dengan menyatakan Amerika Serikat tidak akan berperang melawan Venezuela. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan CBS '60 Minutes' yang ditayangkan Minggu (2/11) waktu setempat.
Meski menegaskan tidak ada rencana intervensi militer, Trump memberikan pernyataan mengejutkan mengenai masa depan kepemimpinan Nicolas Maduro. Saat ditanya apakah masa jabatan Maduro sebagai Presiden Venezuela tinggal menghitung hari, Trump dengan tegas membenarkan: "Saya akan mengatakan demikian. Saya rasa begitu, iya."
Pernyataan Trump ini muncul di tengah eskalasi ketegangan antara Washington dan Caracas. Amerika Serikat baru-baru ini mengerahkan unit-unit militernya ke kawasan Karibia dan melakukan serangkaian operasi militer terhadap kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba.
Menurut data yang beredar, lebih dari 15 serangan pasukan AS di perairan Karibia dan Pasifik telah menewaskan sedikitnya 65 orang dalam beberapa pekan terakhir. Operasi militer ini menjadi pemicu meningkatnya kekhawatiran mengenai kemungkinan konflik bersenjata antara kedua negara.
Maduro, yang saat ini menghadapi dakwaan narkoba di AS, membalas dengan menuduh Washington menggunakan isu perdagangan narkoba sebagai dalih untuk memaksakan perubahan rezim di Venezuela. Tuduhan ini terutama terkait dengan upaya pengambilalihan pasokan minyak Venezuela yang merupakan salah satu cadangan terbesar di dunia.
Meski Trump membantah rencana perang, pernyataannya mengenai akhir kepemimpinan Maduro tetap memicu spekulasi mengenai langkah-langkah politik dan diplomatik yang mungkin akan diambil Amerika Serikat terhadap pemerintahan Venezuela dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Anies Baswedan: Guru yang Tanamkan Nilai dan Etika Tak Tergantikan AI
WHO Konfirmasi Wabah di Kapal Pesiar MV Hondius Akibat Virus Andes yang Langka
Serangan Israel Tewaskan Komandan Senior Pasukan Radwan Hizbullah di Beirut
BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada 6-8 Mei 2026