Martuasah mengidentifikasi wilayah Pelabuhan Tanjung Priok memiliki risiko terhadap berbagai bencana, termasuk gelombang tinggi, banjir rob, cuaca ekstrem, kebakaran, dan bencana industri. Untuk itu, kolaborasi lintas instansi dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana menjadi hal yang mutlak diperlukan.
"Mari jadikan apel ini sebagai momentum untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme dalam memberikan perlindungan terbaik kepada masyarakat serta menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan," ajaknya.
Pengecekan Perlengkapan SAR dan Kendaraan Operasional
Usai apel, Kapolres bersama pejabat utama dan stakeholder melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kendaraan operasional dan perlengkapan SAR. Pemeriksaan mencakup perahu karet, perlengkapan kesehatan, dan peralatan identifikasi. Seluruh sarana dan prasarana dinyatakan siap digunakan untuk menghadapi potensi bencana di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Priok bersama TNI, instansi pemerintah, dan pihak pelabuhan dalam memperkuat sinergitas dan kesiapsiagaan bencana. Upaya kolektif ini bertujuan menjamin keselamatan masyarakat dan keamanan kawasan pelabuhan nasional.
Artikel Terkait
Timnas Indonesia Naik ke Peringkat 121 Dunia Usai FIFA Series 2026
Rusia Rancang Aturan Legalkan Mobil Curian dari Uni Eropa, Jerman Khawatir
Dua Prajurit TNI Gugur dalam Ledakan Saat Bertugas di Lebanon Selatan
1 April: Harsiarnas, Hari Bank Dunia, dan Lupus Alert Day di Balik April Mop