Otoritas Brasil kembali melancarkan operasi pemberantasan pencucian uang terhadap First Capital Command (PCC), salah satu sindikat kejahatan terorganisir terbesar di negara tersebut. Operasi terkini ini berfokus di negara bagian Sao Paulo sebagai respons lanjutan setelah penggerebekan berdarah di Rio de Janeiro.
Berdasarkan laporan AFP, operasi anti pencucian uang PCC ini diluncurkan hanya dua hari setelah polisi Rio de Janeiro melakukan operasi mematikan terhadap kelompok kriminal rival, Comando Vermelho (Komando Merah), yang menewaskan 121 orang. Kedua organisasi kriminal ini menguasai perdagangan kokain di Brasil dengan jaringan yang meluas ke seluruh Amerika Latin dan Eropa.
Pada Kamis waktu setempat, pasukan keamanan dikerahkan ke Campinas, wilayah tenggara Sao Paulo, untuk mengeksekusi sembilan surat penangkapan dan sebelas surat penggeledahan. Operasi penegakan hukum ini secara khusus menyasar pengusaha, influencer digital, dan pengedar narkoba yang terlibat dalam jaringan PCC. Otoritas juga berhasil menyita sejumlah properti dan membekukan rekening bank terkait.
Kejaksaan Brasil mengungkapkan bahwa operasi ini bertujuan memutus mata rantai pencucian uang melalui metode pencampuran dana haram hasil perdagangan narkoba dengan operasi bisnis legal. Media lokal melaporkan empat orang berhasil ditangkap dengan satu tersangka tewas dalam operasi tersebut, meskipun otoritas belum memberikan konfirmasi resmi.
Operasi Agustus lalu berhasil membongkar skema pencucian uang PCC dalam bisnis bahan bakar berskala besar. Modus operandi yang terungkap menunjukkan aliran dana ilegal dialirkan melalui SPBU sebelum dialihkan ke bank digital dan aplikasi fintech.
Presiden Luiz InĂ¡cio Lula da Silva merespons dengan menandatangani undang-undang baru yang memperkuat pemberantasan kejahatan terorganisir, termasuk pemberian hukuman lebih berat bagi individu yang terafiliasi dengan kelompok kriminal. Dalam pernyataannya di platform X, Lula menegaskan, "Kita tidak bisa menerima kejahatan terorganisir terus menghancurkan keluarga dan menyebarkan narkoba serta kekerasan."
PCC diduga telah mencuci uang senilai hampir USD 10 miliar selama periode 2020-2024 melalui rantai produksi bahan bakar, menandakan perlunya upaya sistematis untuk memberantas kejahatan terorganisir di Brasil.
Artikel Terkait
Pondok Pesantren Milik Tersangka Pemerkosaan Santriwati di Pati Ditutup Permanen
Penipuan Digital Targetkan Pensiunan ASN, Taspen Blokir Nomor Pelaku dan Gandeng Polri
Harga Emas di Pegadaian Stabil, Antam Turun Tipis Jadi Rp2,953 Juta per Gram
Penjagaan Ketat Brimob Berlapis di Gedung Jakarta Barat, Diduga Terkait Penegakan Hukum Kasus Besar