Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, punya pandangan tegas soal wacana menempatkan Polri di bawah kementerian. Menurutnya, gagasan itu justru melenceng dari arah reformasi yang sudah dibangun negeri ini sejak 1998. Reformasi, yang sudah berjalan lebih dari dua puluh tahun, punya capaian penting: menempatkan institusi strategis negara langsung di bawah kendali Presiden.
“Indonesia sudah 20 tahun lebih menjalani reformasi dengan segala risiko dan capaian pentingnya. Salah satu hasil reformasi 1998 adalah menempatkan institusi-institusi penting langsung di bawah Presiden,”
kata Haedar dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Daripada terus mengutak-atik struktur, Haedar menilai bangsa ini harusnya fokus mengonsolidasi apa yang sudah dicapai. Perubahan kelembagaan yang drastis, dalam pandangannya, malah berpotensi memunculkan masalah baru yang tidak menyentuh akar persoalan.
“Kalau ada masalah di Polri, TNI, atau komponen negara lainnya, lebih baik dilakukan reformasi dari dalam. Itu jauh lebih substantif,”
Artikel Terkait
Trump Berharap Tak Perlu Gunakan Kekuatan Militer, Iran Malah Siapkan Serangan Instan
Misteri Pelat Dinas Kemhan di Porsche Cayenne: Warisan dari Ayah Bukan Pegawai
Terdakwa Mati Kabur Usai Sidang, Terekam Dibonceng Motor di Lubuk Pakam
Selandia Baru Tolak Undangan Trump untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian