Satu unit Toyota Innova bernomor polisi A-1633-BF menabrak kerumunan siswa SDN Sukaratu 5. Mobil itu dikemudikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi. Akibatnya, satu orang siswa dilaporkan meninggal dunia.
Kejadiannya sekitar pukul 09.30 WIB, pas jam istirahat. Anak-anak sedang jajan di depan sekolah. Lalu, tiba-tiba saja mobil itu oleng ke kanan dan langsung menghantam mereka.
Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Surya Muhammad, menjelaskan kronologi awalnya. Mobil pribadi milik Ahmad Mursidi melaju dari arah Perempatan Cikole menuju Pertigaan Cipacung. Begitu sampai di lokasi, nahas, kendaraan itu oleng dan menabrak kerumunan siswa yang sedang berdiri di depan sekolah.
"Kita menjelaskan terkait kecelakaan lalu lintas di depan SDN Sukaratu 5, yang melibatkan kendaraan Toyota Innova hitam yang dikendarai oleh saudara Ahmad Mursidi, yang menabrak kerumunan anak sekolah yang ada di depan SD," kata AKP Surya, Kamis (30/4/2026).
Total ada sembilan orang jadi korban. Sebagian besar siswa, sisanya dua orang pedagang dan seorang sales. Satu orang meninggal dunia, sisanya luka-luka.
"Korban meninggal dunia satu orang," imbuhnya.
Mereka yang terluka saat ini tengah dirawat di rumah sakit. Sementara itu, pengemudi sedang dimintai keterangan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
"Pengemudi masih kita mintai keterangan oleh penyidik Satlantas Polres Pandeglang," katanya.
Seorang guru SDN Sukaratu 5, Rika, masih ingat jelas detik-detik kejadian. Menurutnya, mobil itu datang dari arah depan, menabrak seorang sales terlebih dahulu, baru kemudian menghantam anak-anak yang sedang jajan.
"Anak lagi jajan, menurut keterangan ada mobil di depan nabrak sales dulu, lalu nabrak anak-anak. Anak-anak udah ada yang di dalam kolong mobil, berdarah-darah sampai ada yang kritis," ungkapnya dengan suara masih bergetar.
Rika membenarkan bahwa pengemudi adalah seorang kepala dinas di lingkungan Pemkab Pandeglang. Namun, ada satu hal yang cukup mencengangkan. Saat mengemudi, Ahmad Mursidi ternyata terpasang selang oksigen di tubuhnya.
"Jadi dia itu kepala dinas, posisi lagi memakai infus (oksigen), dia lagi sakit. Menurut keterangan, dia sakit diabetes," kata Rika.
Artikel Terkait
Menteri PPPA: 33 Daycare di Yogyakarta Tak Berizin, Pemerintah Dorong Pengawasan Terpadu
Kebakaran Besar Landa Pasar Kanjengan Johar Semarang, 468 Lapak dan Ruko Ludes
Pemerintah Bentuk Gugus Tugas Perbaikan Tata Kelola Daycare Usai Kasus Kekerasan di Little Aresh
Kebakaran Apartemen Mediterania Jakarta Barat, 89 Penghuni Dievakuasi, 20 Orang Alami Sesak Napas