Prabowo Beri Simon Mandat Penuh: Bersihkan Pertamina, Jangan Ragu Pecat yang Tak Bekerja Baik

- Senin, 12 Januari 2026 | 19:36 WIB
Prabowo Beri Simon Mandat Penuh: Bersihkan Pertamina, Jangan Ragu Pecat yang Tak Bekerja Baik

Presiden Prabowo Subianto punya alasan tersendiri saat memilih Simon Aloysius Mantiri untuk memimpin Pertamina. Intinya sederhana: ia percaya Simon mampu 'membersihkan' perusahaan pelat merah itu.

"Karena itu, waktu saya menjadi Presiden saya bertekad untuk membersihkan Pertamina," tegas Prabowo.

Ia melanjutkan, "Saya angkat saudara Simon Aloysius dengan beberapa anak-anak muda dan saya beri tugas: 'jangan korupsi, jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini'."

Pernyataan itu disampaikannya dalam peresmian RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin lalu. Simon sendiri resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada awal November 2024.

Bagi Prabowo, posisi Dirut Pertamina itu strategis. Tak main-main. Ia ingin Simon tegas, terutama pada jajarannya. Godaan dalam mengelola perusahaan senilai USD 100 miliar pasti besar.

"Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan USD 100 miliar. Godaan akan banyak, tapi saudara harus teguh dengan semua jajarannya," ucap Prabowo.

Ia memberi wewenang penuh. "Dan saya kasih wewenang seluas-luasnya, siapa yang anda nilai tidak bagus, pecat. Jangan ragu-ragu. Demi bangsa dan rakyat harus tega. Enggak ada itu, banyak anak muda yang hebat-hebat," tambahnya.

Di sisi lain, Prabowo tampak bangga. Ia menyoroti pencapaian Pertamina yang berhasil masuk dalam daftar Fortune 500. Sebuah prestasi yang patut diapresiasi.

Jalan Simon ke puncak Pertamina sebenarnya sudah dimulai sebelumnya. Sebelum jadi Dirut, ia pernah menduduki posisi Komisaris Utama. Ia menggantikan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang mundur pada Februari 2024. Pengangkatan itu dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir berdasarkan hasil RUPS.

Latar belakang Simon juga menarik. Dalam Pilpres 2024, ia tercatat pernah menjadi Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran. Di internal partai Gerindra periode 2020-2025, namanya tercantum sebagai salah satu anggota Dewan Pembina. Secara akademis, pria ini adalah lulusan School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar