Pendaftaran Seleksi Nasional Kampung Nelayan Merah Putih Ditutup, KKP Terima 118.676 Pelamar

- Sabtu, 25 April 2026 | 07:00 WIB
Pendaftaran Seleksi Nasional Kampung Nelayan Merah Putih Ditutup, KKP Terima 118.676 Pelamar

Warta Ekonomi, Jakarta -

Pendaftaran untuk seleksi nasional tenaga kerja program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sudah ditutup. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengumumkan hal ini pada Jumat, 24 April 2026. Dan ternyata, antusiasme masyarakat luar biasa besar.

Empat posisi yang dibuka adalah Manajer Operasional, Kepala Produksi, Penjamin Mutu, dan Administrasi Keuangan. Mereka semua akan ditempatkan di setiap lokasi KNMP. Bayangkan, sampai Jumat jam 10 pagi, total pelamar sudah mencapai 118.676 orang. Angka itu menunjukkan betapa banyak orang yang ingin terlibat langsung dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Kepala BPPSDM KP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa rekrutmen ini bukan cuma cari orang yang bisa kerja. Lebih dari itu, mereka ingin mencari SDM yang unggul secara teknis dan kuat karakternya.

“KNMP butuh orang yang tidak sekadar bekerja, tapi juga mampu memimpin, beradaptasi, dan menciptakan nilai tambah. Makanya, peserta yang terpilih bakal dikasih pelatihan komponen cadangan untuk membentuk kedisiplinan dan ketahanan. Juga pelatihan manajerial dan tematik sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Nyoman dalam siaran pers KKP, Sabtu (25/4).

Menurut dia, pelatihan komponen cadangan itu bagian penting dari seleksi. Bukan cuma menguji kemampuan, tapi juga membentuk karakter, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan memecahkan masalah di lapangan. Pendekatan semacam ini diharapkan bisa melahirkan pengelola kawasan perikanan yang profesional, mandiri, dan berorientasi hasil.

Di sisi lain, kebutuhan SDM untuk KNMP secara nasional mencapai 5.476 orang. Mereka akan disebar ke berbagai lokasi di Indonesia. Ini semua bagian dari upaya mempercepat operasionalisasi kawasan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan.

Nah, soal posisi yang dibutuhkan, ada empat. Pertama, Manajer Operasional. Perannya sebagai penggerak utama usaha mulai dari menyusun rencana operasional, mengoordinasikan unit usaha, sampai mengambil keputusan strategis berdasarkan data lapangan. Posisi ini kunci banget untuk memastikan semua aktivitas bisnis berjalan efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kedua, Kepala Produksi. Ini posisi teknis yang bertanggung jawab merencanakan dan mengoptimalkan kegiatan produksi. Mereka harus memastikan efisiensi, mengelola sarana dan prasarana perikanan, serta mengawasi proses pasca produksi. Tujuannya jelas: hasil perikanan tetap terjaga kualitas dan nilainya di pasar.

Ketiga, Penjamin Mutu. Tugasnya memastikan produk perikanan memenuhi standar kualitas. Mulai dari penerapan sistem jaminan mutu dari hulu ke hilir, pengawasan higiene dan sanitasi, sampai pengendalian rantai dingin. Peran ini krusial untuk menjaga daya saing produk di pasar yang makin menuntut kualitas tinggi.

Keempat, Administrasi Keuangan. Mereka yang menjaga kesehatan usaha lewat pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, dan mendukung akses pembiayaan. Transparansi dan akuntabilitas keuangan jadi fondasi keberlanjutan usaha KNMP.

Program KNMP sendiri adalah salah satu langkah konkret pemerintah untuk membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi, modern, dan berdaya saing. Sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkontribusi nyata dalam mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan transformasi sektor kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru.

“KNMP harus jadi motor penggerak ekonomi di desa pesisir. Kita ingin pengelolaan perikanan dilakukan secara modern, terintegrasi, dan memberi nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat. Karena itu, SDM yang direkrut harus unggul, berintegritas, dan siap jadi agen perubahan di lapangan,” tegasnya.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar