Misteri masih menyelimuti kematian Arifianti. Wanita 41 tahun itu ditemukan tewas di pinggir jalan Desa Tlanjungudik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Meski polisi sudah mengetahui identitas pelakunya, alasan di balik pembunuhan ini masih gelap. Motifnya apa? Itu yang belum terkuak.
Jasadnya pertama kali dilihat warga pada Sabtu, 6 Desember 2025. Kondisinya memilukan: tangan terikat, mengenakan jas hujan biru. Menurut sejumlah saksi, tak lama sebelum ditemukan, korban sempat terlihat membonceng di belakang seorang pria.
Adanya sejumlah bekas luka di tubuh Arifianti menguatkan dugaan polisi. Ini bukan kecelakaan atau meninggal biasa. Semua indikasi mengarah pada tindak kejahatan yang direncanakan.
Hingga kini, penyelidikan terus digenjot. Tim penyidik masih memburu pelaku yang diduga kuat telah kabur dari lokasi kejadian.
Korban Seorang Guru
Belakangan terungkap identitas korban. Arifianti, ternyata, adalah seorang guru.
"Betul, korban adalah guru,"
kata Kapolsek Gunung Putri, Kompol Aulia Robby, mengonfirmasi hal itu pada Selasa (9/12).
Dugaan Pembunuhan Kian Kuat
Laporan warga yang melihatnya dibonceng pria, ditambah kondisi tangan terikat dan luka-luka di tubuh, semakin mengerucutkan penyelidikan. Polisi nyaris yakin ini kasus pembunuhan.
"Dugaan kita ke situ. Tapi kita masih pengembangan. Luka, ada luka. Sementara itu dulu, ada luka,"
ujar Aulia Robby ketika dihubungi, Minggu (7/12) lalu. Pernyataannya singkat, tapi cukup memberi gambaran betapa kejamnya kejadian ini.
Artikel Terkait
PSI Konfirmasi Jokowi Resmi Masuk Partai, Jabatan Masih Dirahasiakan
Perundingan Iran-AS di Swiss Dimulai, Qatar dan Pakistan Bertindak sebagai Mediator
Raphinha Cedera Hamstring, Brasil Khawatir Kehilangan Pemain Kunci di Piala Dunia 2026
Para Tokoh Nasional Ikuti Latihan Bersama Jelang UI Green Marathon 2026