Di sisi lain, harapan juga datang dari Presiden Lebanon, Joseph Aoun. Ia berharap dialog ini bisa menjadi titik terang, "awal dari berakhirnya penderitaan rakyat Lebanon, terutama di selatan."
Namun begitu, Aoun menyampaikan syarat yang tegas. Stabilitas di wilayah selatan, menurutnya, mustahil terwujud selama pasukan Israel masih berada di sana.
ujarnya dalam pertemuan dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Italia, Luciano Portolano. Aoun menekankan, tanggung jawab penuh atas keamanan wilayah dan keselamatan penduduk harus berada di tangan Lebanon, tanpa melibatkan kerja sama dengan pihak manapun.
Pernyataan ini muncul di tengah penolakan keras dari kelompok Hizbullah terhadap proses perundingan ini. Mereka berjanji akan melanjutkan perlawanan.
Sumber: Anadolu
Artikel Terkait
BPJS Ketenagakerjaan dan Wali Kota Jaksel Pastikan Santunan Pekerja Sampah Tewas Tugas
Presiden Prabowo Dijadwalkan Hadir dan Berpidato di May Day 2026 di Monas
Petugas dan Napi Korupsi Kena Sanksi Usai Video Ngopi Viral di Kendari
Ketua Komisi III DPR Apresiasi Respons Cepat BEM FH UI Tangani Dugaan Pelecehan Seksual