Pembicaraan Langsung Lebanon-Israel Dimulai di Washington di Tengah Serangan ke Hizbullah

- Rabu, 15 April 2026 | 04:15 WIB
Pembicaraan Langsung Lebanon-Israel Dimulai di Washington di Tengah Serangan ke Hizbullah

Istanbul Putaran pertama pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel akhirnya dimulai. Ini terjadi setelah jeda lebih dari tiga puluh tahun, dengan Amerika Serikat bertindak sebagai penengah. Menariknya, pembicaraan ini berlangsung di Washington justru saat serangan Israel ke Lebanon selatan yang menyasar posisi Hizbullah masih terus berlanjut.

Menteri Luar Negeri Lebanon, Youssef Raggi, punya pandangan khusus. Lewat akun X-nya pada Selasa (14/4), ia menyebut jalur diplomasi ini sebagai "jalur baru".

Menurutnya, proses ini terpisah sama sekali dari segala negosiasi untuk mengakhiri perang yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

tegas Raggi. Prinsip kedaulatan nasional, katanya, akan menjadi inti dari setiap langkah diplomatik dengan Israel. Tujuannya jelas: "Lebanon berupaya, melalui negosiasi langsung dengan Israel, untuk mencapai gencatan senjata."

Di meja perundingan, Lebanon diwakili Duta Besar Nada Hamadeh. Sementara dari sisi Israel, duduk Duta Besar Yechiel Leiter. Kehadiran pejabat AS cukup mencolok. Menteri Luar Negeri Marco Rubio yang juga penasihat keamanan nasional untuk mantan Presiden Trump hadir bersama beberapa nama seperti Duta Besar AS untuk Lebanon Michel Issa dan penasihat Michael Needham.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar