Dukungan agar Polri tetap berada langsung di bawah komando presiden kembali mengemuka. Kali ini, datang dari Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) untuk Provinsi DKI Jakarta. Mereka menilai, wacana memindahkan institusi itu ke bawah kementerian justru berisiko mengaburkan garis komando dan memangkas independensinya.
Ketua PW GPA DKI Jakarta, Dedi Haryono Siregar, secara tegas menyampaikan sikap organisasinya. Pernyataannya itu disampaikan kepada para wartawan pada Rabu, 11 Februari 2026.
"Kami, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah Provinsi DKI Jakarta, menyampaikan dukungan terhadap peran Polri sebagai institusi negara yang menjalankan tugas sesuai amanat UUD 1945," ujar Dedi.
Menurutnya, posisi Polri saat ini sudah tepat. Memindahkannya justru bakal menciptakan masalah.
"Penempatan Polri di bawah kementerian akan menciptakan tumpang tindih kewenangan. Garis komando jadi kabur, dan yang paling mengkhawatirkan, independensi Polri dalam menegakkan hukum dan menjaga ketertiban bisa menurun," lanjutnya dengan nada serius.
Dia mengingatkan kembali peran strategis korps bhayangkara. Bagi PW GPA, Polri punya tugas krusial untuk menjaga keamanan dan menegakkan hukum secara profesional serta berkeadilan.
Pernyataan Dedi ini sejalan dengan penolakan tegas yang sudah lebih dulu disuarakan pimpinan Polri sendiri.
Artikel Terkait
Studi UI: Krisis Selat Hormuz 2026 Berdampak Asimetris pada BUMN, Ada yang Tertekan Ada yang Diuntungkan
Anggota DPRD Palembang Dukung Pembatasan Akun Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di GBK
TNI AU Gelar Bakti Sosial, Berikan Kaki Palsu Gratis di Yogyakarta