Gangguan pasokan batu bara mulai mengancam roda industri semen dalam negeri. Kalau dibiarkan berlarut, bukan tidak mungkin produksi di sejumlah pabrik bakal terhenti total. Situasinya memang sudah kritis.
Menurut Lilik Unggul Raharjo, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Semen Seluruh Indonesia (ASPERSSI), masalah utamanya ada di proses perizinan. RKAB atau Rencana Kerja dan Anggaran Biaya dari para pemasok batu bara ternyata belum sepenuhnya disetujui pemerintah. Akibatnya, pasokan pun tersendat.
Dampaknya langsung terasa di lapangan. Beberapa pabrik terpaksa menghentikan operasinya. Sebut saja PT Solini Bangun Indonesia di Cilacap dan juga di Tuban. Itu baru permulaan.
Lilik mengungkapkan hal itu dalam acara Halal Bi Halal ASPERSSI di Jakarta, Selasa lalu.
Data internal asosiasi per akhir Maret lalu cukup mengkhawatirkan. Stok batu bara yang tersisa rata-rata cuma cukup untuk bertahan sampai pertengahan April ini. Artinya, waktu mereka benar-benar mepet.
Artikel Terkait
Polisi Ringkus Pengedar di Bogor, Sita Ribuan Butir Obat Keras
DPRD Jatim Panggil Marinir Bahas Penanganan Kasus Peluru Nyasar di Gresik
Politisi PDIP Desak Penegakan Hukum Maksimal untuk 16 Mahasiswa FHUI Terduga Pelecehan
BPJS Ketenagakerjaan dan Wali Kota Jaksel Pastikan Santunan Pekerja Sampah Tewas Tugas