Ruangan Mahkamah Kehormatan Dewan di Senayan tampak tenang siang itu, sebelum kehadirannya. Habib Aboe Bakar Alhabsyi, anggota Komisi III DPR dari PKS, memenuhi panggilan MKD pada Selasa (14/4/2026). Panggilan itu terkait pernyataannya yang menggegerkan soal narkoba di Madura.
Ia tiba tepat pukul 12.11 WIB. Tampil dengan setelan jas hitam dan peci yang serasi, politikus itu langsung menyapa dengan ramah.
"Assalamualaikum," ucap Habib Aboe.
Ia mengaku hadir semata untuk memenuhi undangan. "Insyallah lancar semua ya," harapnya mengenai proses klarifikasi yang akan dijalaninya. Ia berharap penjelasannya bisa diterima dengan baik.
Asal Muasal Kontroversi
Segalanya berawal dari sebuah rapat kerja dengan Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto, pada Selasa pekan sebelumnya. Dalam forum itu, Habib Aboe memang awalnya bicara soal sinergi. Menurutnya, kolaborasi antara BNN, Polri, dan pemda adalah kunci. Tanpa itu, upaya pemberantasan narkoba hanya akan jalan di tempat.
Tapi kemudian, pembahasannya merembet ke sebuah contoh yang mengejutkan: Madura.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Lima Pelaku Pembegalan Petugas Damkar di Gambir, Motor Hasil Curian Disamarkan
Persiapan Haji 2026 Capai 100%, Tinggal Pengecekan Akhir
Puan Maharani: Lonjakan Harga Plastik Momentum Beralih ke Kemasan Daun
Polisi Banten Bongkar Pabrik Oplosan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp626 Miliar