Jakarta – Persiapan untuk ibadah haji tahun depan sudah di ujung tanduk. Pemerintah mengklaim segala sesuatunya hampir rampung seratus persen. Tinggal satu tahap final lagi: pengecekan menyeluruh sebelum operasional benar-benar digulirkan.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, dengan nada optimis menyampaikan hal tersebut.
“Persiapan layanan haji hampir selesai 100 persen. Tahapan saat ini adalah pengecekan akhir seluruh layanan menjelang operasional haji,” ujarnya.
Lalu, apa saja yang sudah disiapkan? Cakupannya luas. Mulai dari tempat menginap, layanan kesehatan, hingga urusan perut jemaah. Di Makkah, misalnya, pemerintah sudah mengamankan 177 hotel yang tersebar di beberapa kawasan seperti Jarwal, Misfalah, dan Aziziah. Sementara di Madinah, ada sekitar 100 hotel yang siap menampung, kebanyakan terkonsentrasi di area Markaziah.
Soal kesehatan, jangan khawatir. Ada puluhan klinik yang disiagakan 40 di Makkah dan 5 lagi di Madinah ditambah fasilitas KKHI di kedua kota suci itu. Setiap kloter nantinya akan didampingi minimal satu dokter dan satu tenaga kesehatan.
“Setiap kloter terdiri atas satu dokter dan satu tenaga kesehatan,” tegas Irfan.
Bahkan, untuk mengantisipasi hal-hal darurat, pemerintah juga menggandeng Saudi German Hospital sebagai mitra pendukung di Arab Saudi. Jadi, layanan medis diharapkan bisa lebih solid.
Nah, kartu nusuk yang jadi ‘paspor’ penting jemaah pun kabarnya sudah tiba di tanah air. Saat ini kartu-kartu itu sedang dalam proses distribusi dan aktivasi. Satu persoalan lagi yang beres.
Untuk urusan konsumsi, pemerintah juga tak main-main. Sebanyak 51 dapur disiapkan di Makkah dan 23 dapur di Madinah. Tujuannya jelas: memastikan perut jemaah terisi selama menjalani rangkaian ibadah yang melelahkan itu.
Di sisi transportasi, persiapannya tak kalah detail. Ada bus antarkota untuk rute Jeddah-Makkah-Madinah. Ada juga bus selawat yang bakal beroperasi nonstop 24 jam mengantarkan jemaah ke Masjidil Haram. Belum lagi bus masyair yang khusus melayani perpindahan jemaah saat wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melontar jumrah di Mina.
Tahun depan, kuota haji Indonesia mencapai 221 ribu orang. Rinciannya, 203.320 jemaah reguler (sekitar 92%) dan 17.680 jemaah khusus (8%).
Untuk jadwalnya, kloter pertama rencananya terbang ke Madinah pada 22 April 2026. Penerbangan terakhir menuju Arab Saudi dijadwalkan tepat sebulan setelahnya, yaitu 21 Mei 2026.
Puncak ibadah haji sendiri diperkirakan jatuh pada 22 Mei 2026. Sementara rangkaian inti seperti wukuf di Arafah akan dilaksanakan beberapa hari kemudian, tepatnya 26 Mei 2026. Semua mata sekarang tertuju pada pengecekan akhir itu. Semoga saja semua berjalan mulus.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 3.0 Guncang Tapanuli Selatan
DPR Minta Kejelasan Pemerintah soal Nasib RUU Inisiatif, Termasuk Perlindungan PRT
Kades dan Kontraktor Klaten Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Renovasi Masjid Rp 203 Miliar
Iran Tegaskan Hak Nuklirnya Tak Bisa Ditawar, Desak AS Tunjukkan Itikad Baik