BGN Alihkan Sasaran Makan Bergizi Gratis dari Sekolah Mampu ke Wilayah 3T

- Kamis, 04 Juni 2026 | 19:35 WIB
BGN Alihkan Sasaran Makan Bergizi Gratis dari Sekolah Mampu ke Wilayah 3T

Badan Gizi Nasional (BGN) berencana menggeser sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mencoret sekolah-sekolah dari kelompok masyarakat mampu dari daftar prioritas. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh yang tengah disiapkan di bawah kepemimpinan baru lembaga tersebut.

Kepala BGN, Nanik S. Deyang, mengungkapkan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk refocusing atau penataan ulang penerima manfaat. Fokus utama program ke depan akan diarahkan ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

"Nah, lalu refocusing. Misalnya nanti akan kita juga kalau ada sekolah-sekolah yang mahal gitu kan kita tanya apakah masih perlu MBG? Nah ini yang kita alihkan ke 3T," kata Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Menurut Nanik, penataan ulang ini bertujuan agar program MBG lebih tepat sasaran dan benar-benar menjangkau kelompok yang membutuhkan. Ia menegaskan bahwa jumlah penerima manfaat bisa saja bertambah, tetapi pertambahan itu berasal dari pengalihan sasaran yang sebelumnya kurang tepat.

"Jadi bisa aja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah, tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini," ujarnya.

Pemerintah, lanjut Nanik, tidak semata-mata mengejar perluasan jumlah penerima. Prioritas utamanya adalah memastikan kelompok rentan dan daerah sulit dijangkau mendapatkan akses terhadap program gizi nasional tersebut.

Selain wilayah 3T, BGN juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Nanik menjelaskan bahwa masa awal kehidupan merupakan periode paling krusial untuk intervensi gizi, sehingga kelompok ini menjadi prioritas utama.

"Setelah kita diskusi dengan para pakar, dokter anak, lalu ahli gizi, mereka mengatakan bahwa intervensi gizi itu paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia 9 tahun atau sampai SD. Nah, kita yang kejar ke sana," katanya.

Kebijakan refocusing ini merupakan salah satu dari empat langkah strategis yang tengah disiapkan BGN untuk membenahi pelaksanaan MBG. Selain evaluasi penerima manfaat, BGN juga akan memberlakukan moratorium sementara pembangunan dapur baru, membenahi dapur yang telah beroperasi, serta memperluas pelaksanaan program di wilayah 3T dengan skema yang lebih efisien.

Di sisi lain, Nanik mengungkapkan bahwa saat ini banyak dapur MBG justru terkonsentrasi di wilayah aglomerasi dan perkotaan. Sementara itu, sejumlah daerah 3T masih belum tersentuh secara optimal oleh program tersebut.

"Jujur sekarang yang numpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu," imbuhnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar