Seorang penumpang wanita menjadi korban kekerasan fisik di dalam gerbong khusus wanita Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Tanah Abang–Rangkasbitung. Peristiwa yang terekam dalam video amatir itu viral di media sosial setelah korban mengaku diinjak hingga dijambak oleh penumpang lain.
Korban, Valiexia, menuturkan bahwa insiden bermula saat kereta tengah melaju meninggalkan Stasiun Palmerah. Ia berdiri tepat di depan pelaku yang tiba-tiba menginjak-injak kakinya dan menusuk-nusuk tubuhnya dengan tangan mengepal. “Awalnya saya diem aja, makin lama makin kenceng injek dan tusuknya. Terjadilah cekcok seperti di video,” ujarnya saat dihubungi pada Kamis (4/6).
Valiexia mengaku awalnya tidak merespons tindakan tersebut. Namun, karena pelaku terus melanjutkan perbuatannya, ia akhirnya meminta pelaku untuk menghentikan gerakan tangan dan kakinya. Situasi di dalam gerbong yang padat membuat pergerakan penumpang saling berdempetan, sehingga gesekan fisik sulit dihindari.
“Saya suruh dia kaki dan tangannya diem. Dia nggak mau kalau badan dia itu digencet. Namanya rame kan, pasti kedorong-dorong,” kata Valiexia menambahkan.
Pertengkaran mulut yang terjadi kemudian memicu reaksi dari penumpang lain. Ketika kereta tiba di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, pelaku langsung menjambak rambut Valiexia dan tidak melepaskannya. Dalam upaya melindungi diri, Valiexia membalas jambakan tersebut. “Terjadi lah jambak-jambakan sampe akhirnya dipisahin satpam,” ucapnya.
Petugas keamanan stasiun akhirnya turun tangan untuk melerai kedua belah pihak. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola KRL mengenai tindak lanjut atas kejadian tersebut.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Transaksi M-Banking Jadi Celah Awal Pengusutan Izin Tinggal WNA
Pemerintah Bantah Isu Mundurnya Menteri Keuangan Purbaya, Tegaskan Tak Ada Rencana Pergantian
KPK Sambut Baik Komitmen Prabowo Perkuat Lembaga Penegak Hukum Tekan Kebocoran Negara
CFD di HR Rasuna Said Kembali Digelar Mulai 7 Juni, Pemprov Siapkan Rute Alternatif Menuju Empat Kedutaan