"Contoh, Madura. Saya itu kaget, Pak," katanya saat rapat.
Suaranya terdengar prihatin. Ia menyebut ada dugaan keterlibatan ulama dan pesantren dalam bisnis haram tersebut. "Ulama sudah mulai ikut terlibat juga dengan narkotika, coba cek benar tidak? Pesantren-pesantren itu juga, Pak."
Motifnya, menurut pengamatannya, jelas soal uang. "Ini ada apa? Ternyata ada cuan di situ, Pak. Ada cuan di situ, cuan-nya banyak, bukan dikit," tegasnya.
Kekhawatirannya tidak berhenti di sana. Habib Aboe merasa permainan ini kemungkinan melibatkan pihak-pihak yang punya kekuatan, meski ia berusaha tidak menuduh sembarangan. "Saya khawatir yang bermain ya yang punya posisi-posisi, Pak. Karena ini, atau pebisnis-pebisnis besar," tuturnya.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar fokus penegakan hukum diperlebar. Daerah perbatasan dan pesisir, yang sering jadi jalur masuk barang haram, harus mendapat perhatian serius. "Saya nggak sebutkan lah di mana-dimananya. Itu pasti menjadi pusat perjalanan barang-barang tersebut, ya," pungkasnya.
Pernyataan itulah yang akhirnya membawanya ke hadapan MKD untuk dimintai klarifikasi. Sekarang, tinggal menunggu bagaimana dewan menilai penjelasannya.
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Lima Pelaku Pembegalan Petugas Damkar di Gambir, Motor Hasil Curian Disamarkan
Persiapan Haji 2026 Capai 100%, Tinggal Pengecekan Akhir
Puan Maharani: Lonjakan Harga Plastik Momentum Beralih ke Kemasan Daun
Polisi Banten Bongkar Pabrik Oplosan LPG Subsidi, Rugikan Negara Rp626 Miliar