Pembersihan Ikan Sapu-sapu Digelar Serentak di Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akhirnya bergerak. Menyikapi persoalan yang sudah lama mengganggu, aksi pembasmian ikan sapu-sapu akan digelar serentak di lima wilayah kota, Jumat (16/4/2026) pagi nanti. Keputusan ini diambil setelah rapat terbatas yang membahas ancaman serius dari ikan tersebut.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan alasannya di Balai Kota, Rabu (15/4/2026).
"Besok, pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh lima kota yang ada di Jakarta akan mengadakan acara untuk pembersihan ikan sapu-sapu. Kenapa ikan ini harus dibersihkan, dikurangi, karena memang sudah merusak," tegas Pramono.
Alasan utamanya jelas: kesehatan. Pramono membeberkan bahwa ikan sapu-sapu mengandung kadar timbal yang sangat tinggi, jauh melampaui ambang batas aman 0,3 miligram.
"Ada timbalnya, ada macam-macamnya, dan itu benar-benar berbahaya bagi manusia kalau dikonsumsi," jelasnya.
Namun begitu, bahayanya tak cuma sampai di situ. Ikan ini juga jadi perusak lingkungan yang handal. Mereka suka membuat lubang di tanggul dan tebing sungai untuk tempat berlindung. Akibatnya, struktur bantaran sungai bisa rusak dan rawan longsor.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, populasi ikan lokal pun terancam. Sapu-sapu dikenal sebagai spesies yang rakus. Mereka memakan apa saja, termasuk ikan-ikan lain dan telur-telurnya. Ekosistem perairan kita jadi tak seimbang.
"Hampir ketika ada ikan ini, semua dinding dan juga ikan-ikan lokal kita itu dimakan, termasuk sampai dengan telur-telurnya," ungkap Pramono. "Memang ikan ini bisa hidup dalam segala cuaca termasuk dalam kondisi air yang sangat-sangat tidak sehat."
Menariknya, persoalan ini ternyata bukan cuma milik Jakarta. Pramono menyinggung bahwa di Amerika Selatan, tempat asal ikan ini, mereka juga sedang bermasalah dan dimusnahkan. Jadi, langkah kita ini sejalan dengan upaya global.
Di sisi lain, operasi ini nantinya tak hanya fokus pada ikan. Pramono menambahkan, kegiatan bersih-bersih akan diperluas. Mereka juga akan mengangkut sedimen dan memperbaiki saluran air yang rusak.
"Tidak semata-mata untuk ikan sapu-sapu, tetapi kita juga mengangkut sedimen, kemudian memperbaiki saluran air dan sebagainya," tandasnya.
Jadi, aksi Jumat nanti lebih dari sekadar membasmi hama. Ini upaya komprehensif untuk merawat kembali sungai-sungai ibu kota yang sudah lama terlupakan.
Artikel Terkait
Negosiasi Impor LPG dari Rusia Masih Alot di Tengah Lonjakan Kebutuhan Nasional
Prabowo Terbitkan Tiga Aturan Baru untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Mendikti Siapkan Sinergi Nasional Tangani Kekerasan Seksual di Kampus
OpenAI Siapkan Dana Lebih dari US$20 Miliar untuk Amankan Akses Chip Cerebras