BGN Serahkan Keputusan Alih Dana MBG untuk Korban Bencana ke Presiden

- Kamis, 11 Desember 2025 | 10:30 WIB
BGN Serahkan Keputusan Alih Dana MBG untuk Korban Bencana ke Presiden
Tanggapan Usulan Pengalihan Dana MBG

Usulan dari Komisi V DPR untuk mengalihkan sementara dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belum terserap guna membantu korban bencana di Sumatera Utara, mendapat tanggapan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Menurut Kepala BGN, Dadan Dadan Hindayana, keputusan semacam itu sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto.

"Itu kewenangan Presiden," tegas Dadan saat berbincang dengan para wartawan, Kamis (11/12/2025).

Dia melanjutkan, dari sisi administratif, pelaksanaannya nanti akan dilakukan oleh Menteri Keuangan. Jadi, BGN sendiri tidak punya kewenangan untuk memutuskan.

Di sisi lain, Dadan mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya justru sedang fokus mengurus proses Anggaran Belanja Tambahan atau ABT. Meski begitu, soal pengalihan anggaran, dia menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah pusat. "BGN sedang proses ABT," ujarnya singkat.

Usulan pengalihan dana ini sendiri muncul karena dinilai bantuan yang ada masih jauh dari cukup. Ketua Komisi V DPR, Lasarus, menyoroti besaran bantuan sebesar Rp 4 miliar per kabupaten atau kota yang terdampak. Angka itu, menurutnya, tak ada artinya di lapangan.

"Pemerintah hari ini harus memberi kekuatan kepada daerah. Presiden kan kemarin saya dapat informasi membantu Rp 4 miliar per kabupaten. Rp 4 miliar per kabupaten itu nggak ada apa-apanya deh kalau untuk lapangan," kata Lasarus di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (9/12).

Lasarus merasa pesimis. Bantuan sebesar itu, tuturnya, bahkan tak akan cukup untuk membangun satu jembatan kecil sekalipun. Apalagi untuk menangani tanggap darurat secara menyeluruh.

Karena itulah, dia mendorong langkah-langkah yang lebih berani. Lasarus meminta pemerintah tak segan mengeluarkan uang dari Bank Indonesia. Selain itu, dana MBG yang mengendap dan belum terserap pun diusulkan untuk dialihkan.

"Saya pernah ngomong kemarin, udah... keluarin tuh duit yang ada di BI. Kemudian mungkin ada yang di MBG yang tidak terserap sampai tanggal segini, misalnya masih ada sisa berapa ratus miliar misalnya MBG yang belum terserap, atau masih berapa triliun yang belum terserap misalnya. Ya sudah, semua alokasikan ke lokasi bencana," paparnya.

Jadi, bola kini ada di tangan pemerintah. Antara kebutuhan gizi jangka panjang dan darurat kemanusiaan yang mendesak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler