"Pemerintah hari ini harus memberi kekuatan kepada daerah. Presiden kan kemarin saya dapat informasi membantu Rp 4 miliar per kabupaten. Rp 4 miliar per kabupaten itu nggak ada apa-apanya deh kalau untuk lapangan," kata Lasarus di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (9/12).
Lasarus merasa pesimis. Bantuan sebesar itu, tuturnya, bahkan tak akan cukup untuk membangun satu jembatan kecil sekalipun. Apalagi untuk menangani tanggap darurat secara menyeluruh.
Karena itulah, dia mendorong langkah-langkah yang lebih berani. Lasarus meminta pemerintah tak segan mengeluarkan uang dari Bank Indonesia. Selain itu, dana MBG yang mengendap dan belum terserap pun diusulkan untuk dialihkan.
"Saya pernah ngomong kemarin, udah... keluarin tuh duit yang ada di BI. Kemudian mungkin ada yang di MBG yang tidak terserap sampai tanggal segini, misalnya masih ada sisa berapa ratus miliar misalnya MBG yang belum terserap, atau masih berapa triliun yang belum terserap misalnya. Ya sudah, semua alokasikan ke lokasi bencana," paparnya.
Jadi, bola kini ada di tangan pemerintah. Antara kebutuhan gizi jangka panjang dan darurat kemanusiaan yang mendesak.
Artikel Terkait
Bareskrim Konfirmasi 12,9 Ton Daging Domba Impor Kedaluwarsa Tak Layak Konsumsi
Ginsi Protes Penangguhan Gate Pass di Tanjung Priok, Ancaman Kerugian Triliunan Rupiah
PKB: Kritik Pengamat Berbasis Data, Pemerintah Harus Hadapi dengan Dialog
Menteri PANRB: Partisipasi Masyarakat Kunci Awasi Kualitas Layanan Publik