Di sisi lain, Gubernur menyentuh soal prestasi kota. Jakarta baru saja menduduki peringkat kedua kota teraman di Asia Tenggara. Capaian ini, menurutnya, punya kaitan erat dengan terjaganya kerukunan dan silaturahmi di antara warganya. Ketika masyarakat kompak, rasa aman pun tumbuh.
Sebagai daerah khusus, identitas budaya dan sejarah Jakarta memang tak bisa dipisahkan dari Suku Betawi. Karena itu, upaya pelestariannya harus menyeluruh. Tidak cuma lewat seni atau kuliner saja, tapi meresap dalam keseharian.
Pramono juga menyinggung rencana Pemprov DKI. Mereka akan merevitalisasi Museum MH Thamrin di kawasan Kenari. Harapannya, museum itu bisa menjadi ikon baru kota sekaligus bentuk penghormatan pada tokoh yang berjasa besar bagi perkembangan Jakarta.
Sementara itu, dari pihak penyelenggara, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi Fauzi Bowo menyampaikan apresiasi. Dukungan Pemprov dan DPRD DKI, kata dia, sangat berarti untuk kesuksesan acara.
“Lebaran Betawi 2026 ini mengusung tema ‘Lebaran Betawi untuk Jakarta: Memperkokoh Persatuan, Merawat Tradisi Menuju Kota Global’,” ucap Fauzi Bowo.
Ia menegaskan, acara ini lebih dari sekadar halal bihalal. Ini adalah ruang inklusif bagi siapapun untuk menikmati atraksi budaya, hiburan khas, dan tentu saja, merasakan semangat kebersamaan yang menjadi jiwa Betawi.
Editor: Redaktur TVRINews
Artikel Terkait
Pemkot Bogor Usung Solusi Regional dengan Rencana Pembangunan PLTSa di Kayumanis
Kemenhaj Tegaskan Prioritas Tetap pada Calon Haji yang Sudah Mengantre
KPK Sita Sepatu Louis Vuitton Rp 129 Juta dalam OTT Bupati Tulungagung
Trump Ancam Iran dengan Penghancuran Total Jelang Perundingan Damai