Mendengar teriakan minta tolong, warga sekitar langsung bergerak. Mereka berhamburan mengejar arus, mencoba memprediksi di mana tubuh mungil itu akan muncul. Suasana jadi panik, tapi upaya penyelamatan dilakukan dengan cepat.
Menurut Yahdi, saksi lain yang turut membantu, perjuangan itu berhasil sekitar seratus meter dari tempat kejadian. "Warga lari mengejar dan mencegat di bawah. Alhamdulillah ketemu, tapi kondisinya sudah lemas dan sekarat karena terseret cukup jauh," ujarnya menggambarkan kondisi kritis balita itu saat ditemukan.
Mahiya yang tak sadarkan diri langsung dibawa ke RSU Aisyiyah Ponorogo. Hingga Jumat malam, kabar terakhir menyebutkan ia masih bertahan di ruang IGD. Tim dokter masih berjuang memulihkan kondisinya setelah terendam air cukup lama. Keluarganya, yang masih dilanda syok, terus setia menunggu di sampingnya.
Peristiwa ini jadi pengingat yang keras untuk semua orang tua. Terutama saat cuaca ekstrem dan banjir datang, pengawasan pada anak-anak harus jadi perhatian utama. Bahaya bisa mengintai di tempat yang paling tak terduga.
Artikel Terkait
Polisi Banten Bantu Evakuasi Anak Kejang ke Rumah Sakit
BMKG Prakirakan Hujan Ringan hingga Sedang Guyur Jakarta Pagi Ini
Serangan Energi Guncang Pasar Minyak, Indonesia Incar Pasokan Alternatif dari Rusia
Yusril Tegaskan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Tetap di Pengadilan Militer