Sabtu sore di Glodok, suasana kembali riuh. Padahal baru beberapa hari lalu trotoar di kawasan Pecinan itu dibersihkan petugas. Kini, lapak-lapak pedagang kaki lima sudah kembali memenuhi jalur pejalan kaki, berjejalan dengan puluhan motor yang diparkir seenaknya.
Pantauan sekitar pukul empat sore menunjukkan pemandangan yang cukup semrawut. Deretan tenda dan plastik penutup memenuhi sisi trotoar, menjajakan aneka barang dari pakaian sampai makanan. Akibatnya, ruang untuk pejalan kaki nyaris tak tersisa.
Di luar trotoar, situasinya tak kalah parah. Puluhan sepeda motor diparkir rapat, menutupi sebagian besar jalan. Pejalan kaki pun terjepit. Mereka terpaksa berjalan zig-zag mencari celah, atau memilih turun ke badan jalan dan berbagi ruang dengan kendaraan yang melintas cepat.
"Misi, permisi jangan berhenti tengah jalan dong,"
keluh seorang pengunjung yang tampak kesulitan melewati kerumunan itu. Ucapannya nyaris tenggelam oleh hiruk-pikuk sekitar.
Artikel Terkait
PBB Kecam RUU Hukuman Mati Israel, Sebut Kejam dan Diskriminatif
Gejolak Iran Ancam Rantai Pasok Industri, Harga BBM Dijamin Tak Naik
Iran Ancam Serang Microsoft hingga Boeing, Balas Dendam atas Tewasnya Pejabat Tinggi
Haedar Nashir Kutuk Serangan Israel yang Tewaskan Prajurit TNI, Salah Satunya Kader Muhammadiyah