Operasi Penertiban Glodok Tak Bertahan Lama, PKL dan Parkir Liar Kembali Semrawut

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 17:55 WIB
Operasi Penertiban Glodok Tak Bertahan Lama, PKL dan Parkir Liar Kembali Semrawut

Sabtu sore di Glodok, suasana kembali riuh. Padahal baru beberapa hari lalu trotoar di kawasan Pecinan itu dibersihkan petugas. Kini, lapak-lapak pedagang kaki lima sudah kembali memenuhi jalur pejalan kaki, berjejalan dengan puluhan motor yang diparkir seenaknya.

Pantauan sekitar pukul empat sore menunjukkan pemandangan yang cukup semrawut. Deretan tenda dan plastik penutup memenuhi sisi trotoar, menjajakan aneka barang dari pakaian sampai makanan. Akibatnya, ruang untuk pejalan kaki nyaris tak tersisa.

Di luar trotoar, situasinya tak kalah parah. Puluhan sepeda motor diparkir rapat, menutupi sebagian besar jalan. Pejalan kaki pun terjepit. Mereka terpaksa berjalan zig-zag mencari celah, atau memilih turun ke badan jalan dan berbagi ruang dengan kendaraan yang melintas cepat.

"Misi, permisi jangan berhenti tengah jalan dong,"

keluh seorang pengunjung yang tampak kesulitan melewati kerumunan itu. Ucapannya nyaris tenggelam oleh hiruk-pikuk sekitar.

Kondisi bertambah runyam saat hujan turun. Trotoar yang basah dan licin membuat langkah harus lebih hati-hati, sementara ruang gerak sudah sangat terbatas dari awal. Belum lagi aktivitas bongkar muat dan kendaraan yang berhenti lama di tepi jalan, menambah kesemrawutan di kawasan yang selalu ramai ini.

Padahal, operasi penertiban baru saja digelar. Goodman Sidabutar, Kasatpol PP Tamansari, mengonfirmasi hal itu. Aksi gabungan melibatkan Satpol PP, Dishub, hingga TNI-Polri tersebut dilaksanakan setelah banyak keluhan warga.

"Memang kemarin ada laporan dari masyarakat terkait banyaknya parkir liar di kawasan Pancoran Glodok, sehingga kita tindak lanjuti. Sudah tiga hari ini kita tindak lanjuti di wilayah Pancoran Glodok ini,"

jelas Goodman, seperti dilansir Antara, Rabu lalu.

Operasi yang melibatkan 60 personel itu cukup tegas. Petugas mengempiskan ban 85 sepeda motor yang memarkirkan kendaraannya di trotoar. Satu lapak yang tak berpenjaga juga diamankan. Namun begitu, efeknya ternyata hanya sementara. Kini, semua kembali seperti semula, bahkan mungkin lebih padat.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar