Jadi, kebijakan ini punya dua sisi. Di satu sisi, menjaga agar industri tetap berjalan dan pekerjaan tetap ada. Di sisi lain, ini adalah cara pemerintah mendorong pelaku usaha agar mulai beradaptasi. Teknologi bergerak ke arah elektrifikasi, dan industri nasional harus bisa menyesuaikan diri.
Agus mengambil contoh dari Tiongkok yang dianggap sudah berhasil. "Tiongkok sudah basisnya semua motor listrik," katanya.
Ia juga menyebut ada arahan langsung dari Presiden. Visinya ke depan jelas: seluruh kendaraan harus berbasis listrik. Alasannya kuat, terkait ketahanan energi dan lingkungan.
"Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil," sebut Agus. "Jadi memang tidak ada pilihan lain kita harus convert ke listrik."
Nah, soal insentif yang selalu ditunggu-tunggu publik dan industri, Agus mengaku pembahasannya masih berjalan. Kemenperin sudah berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan. Namun, besaran dan detailnya masih digodok.
"Masih dibicarakan," kata dia, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Persita Hadapi Arema di Banten, Momentum dan Tekanan Jadi Bahan Pertimbangan
Tiga Orang Luka-Luka dalam Kecelakaan Truk Kontainer di Turunan Silayur Semarang
Ketua Parlemen Iran: Waktu AS dan Israel Patuhi Gencatan Senjata di Lebanon Hampir Habis
Polisi Tangkap Pelaku Penculikan dan Penyekapan Anak 10 Tahun di Cirebon