Wakil Presiden AS JD Vance dengan tegas menyatakan ada kesalahan persepsi dari pihak Iran. Menurutnya, pemerintah Iran keliru memahami cakupan kesepakatan gencatan senjata yang sedang dirundingkan. Vance menegaskan, Lebanon sama sekali tidak termasuk dalam pembahasan.
Klaim ini disampaikan Vance kepada para wartawan di Hungaria, tepat sebelum dia terbang kembali ke Amerika. Suasana saat itu terbilang singkat namun padat.
"Ini berawal dari kesalahpahaman yang, ya, bisa dimengerti," ujar Vance.
"Saya kira pihak Iran berasumsi gencatan senjata itu mencakup Lebanon. Padahal, kami tak pernah sekalipun memberikan janji seperti itu. Isyarat pun tidak," tegasnya.
Laporan dari Reuters dan Times of Israel pada Kamis (9/4/2026) mengonfirmasi pernyataan tersebut. Vance secara terbuka membantah klaim Iran yang menganggap serangan ke Lebanon harus ikut dihentikan.
Artikel Terkait
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan
Pekerja Pabrik VKTR Apresiasi Kebijakan Percepatan Elektrifikasi Prabowo