Hari Kamis ini, rupiah bukannya menguat, malah bergerak turun. Di pagi hari, mata uang kita tercatat melemah tipis ke level Rp17.030 per dolar AS. Angka ini turun 18 poin atau sekitar 0,11 persen dari posisi penutupan kemarin yang berada di Rp17.012.
Kondisi ini tentu menarik perhatian. Sebelumnya, rupiah sempat menunjukkan tren penguatan yang cukup menggembirakan. Nah, pelemahan pagi ini seperti sedikit mengoreksi optimisme itu. Menurut sejumlah pengamat di pasar, pergerakan ini masih wajar dan berada dalam koridor fluktuasi harian. Mereka bilang, ada banyak faktor yang bermain, mulai dari sentimen global hingga dinamika dalam negeri.
Lalu, apa yang mempengaruhi? Kalau kita lihat berita-berita terkini, ketegangan geopolitik antara AS dan Iran sempat mereda dan memberi angin baik bagi rupiah. Tapi pasar uang itu dinamis, berubah cepat. Sentimen bisa berbalik hanya dalam hitungan jam karena isu baru atau data ekonomi yang mengejutkan.
Jadi, meski pagi ini melemah, prospek rupiah ke depan masih ditentukan oleh arah perkembangan situasi pascagenjatan senjata antara Washington dan Teheran. Kalau kondisinya tetap tenang, peluang untuk rebound masih terbuka lebar. Tapi ya, kita lihat saja nanti pergerakannya sampai sore hari.
Intinya, pelemahan 18 poin ini belum perlu dikhawatirkan berlebihan. Pasar lagi cari arah, dan rupiah pun ikut menari mengikuti irama berita yang datang silih berganti.
Artikel Terkait
Persib Waspadai Bali United yang Berangkat dengan Moral Tinggi ke GBLA
Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Korupsi Petral, Diduga Mark-up Harga Minyak 2008-2015
Wanita Ditemukan Tewas dengan Luka Gorok di Leher di Rumahnya, Bekasi
Vance Tegaskan Lebanon Tak Termasuk dalam Gencatan Senjata dengan Iran