Teman Seangkatan Jokowi di UGM Buka Suara: Ijazahnya Sudah Jelas Asli

- Jumat, 30 Januari 2026 | 10:25 WIB
Teman Seangkatan Jokowi di UGM Buka Suara: Ijazahnya Sudah Jelas Asli

Isu soal ijazah Presiden Jokowi yang lagi ramai? Ya, itu lagi-lagi muncul ke permukaan. Kali ini, respons datang dari seseorang yang benar-benar tahu masa lalu Jokowi: Mustoha Iskandar, teman seangkatannya di Fakultas Kehutanan UGM.

Buat Mustoha, semua tudingan yang dilontarkan Roy Suryo dan beberapa pihak itu nggak ada dasarnya. Malah terkesan dibuat-buat. Dia bilang, sebagai orang yang pernah kuliah bareng, keaslian ijazah Jokowi seharusnya udah nggak perlu dipertanyakan lagi.

"Ya sebenarnya ini kan menurut saya mengada-ngada aja ya," ujar Mustoha, seperti dikutip Kamis lalu.

"Karena Pak Jokowi kan sudah jelas ijazahnya asli ya kan. Tapi kan orang mempertanyakan itu ya," tambahnya.

Nah, yang perlu diingat, penegasan nggak cuma datang dari teman kuliah. Mustoha mengingatkan bahwa pihak berwenang sudah angkat bicara. Rektor UGM sendiri sudah menyatakan keasliannya. Belum lagi Bareskrim Polri yang setelah pemeriksaan forensik menyimpulkan ijazah itu identik dengan milik rekan-rekan seangkatan.

"Kalau bicara murni ijazah kan Rektor sudah menyatakan bahwa ijazah itu asli ya kan. Bareskrim juga sudah memutuskan bahwa itu identik dengan ijazah teman-temannya yang asli. Mestinya sudah selesai ya kan," terangnya.

Tapi kenyataannya, isu ini nggak juga reda. Malah bergulir ke hal-hal yang menurut Mustoha nggak substansial. Dia menyoroti perdebatan tentang nominal materai sampai penampilan Jokowi di foto ijazah yang dulu berkacamata.

"Tapi ini kan terus digiring-giring ya opini macam-macam," katanya.

"Targetnya mungkin hanya penggiringan opini publik, yang ijazah Pak Jokowi itu palsu. Pak Jokowi dibilang berkacamata. Ya, padahal kan banyak teman-teman yang fotonya berkacamata ya."

Perbandingan foto lama dengan wajah Jokowi sekarang pun dia anggap nggak relevan. "Bilang foto ijazah dengan foto yang Pak Jokowi sekarang berbeda. Iya. Pasti orang yang tidak pernah melihat Pak Jokowi 45 tahun yang lalu, pasti akan melihatnya berbeda ya kan."

Bagi Mustoha dan teman-teman seangkatannya, Jokowi tetaplah orang yang sama. Mereka mengikuti perjalanannya dari mahasiswa biasa, lalu jadi wali kota, gubernur, sampai presiden.

"Tapi bagi kita teman-temannya yang melihat Pak Jokowi sejak tahun 80 terus jadi walikota, kita reuni jadi gubernur, reuni jadi presiden... Pak Jokowi difoto sama dengan Pak Jokowi yang sekarang Presiden RI ke-7. Enggak ada bedanya ya," pungkas Mustoha.

Pernyataan ini dia sampaikan usai silaturahmi di kediaman Jokowi di Solo, Selasa lalu. Pertemuan itu berlangsung santai, penuh canda dan cerita masa lalu. Mereka berkumpul setelah beberapa hadir sebagai saksi di sidang Citizen Lawsuit soal ijazah itu.

“Dari sidang terus ini kebetulan teman-teman satu angkatan di Fakultas Kehutanan UGM tahun 1980 support sebagai teman. Ada dua orang sebagai saksi satu angkatan... ke sini untuk silaturahmi. Ketawa-ketawa aja cerita lucu-lucu aja. Reuni tipis-tipis,” jelas Mustoha.

Lalu, siapa sebenarnya Mustoha Iskandar ini?

Dia masuk UGM tahun 1980, bareng dengan Jokowi. Saat kuliah, dia aktif di Himpunan Mahasiswa Islam, bahkan pernah jadi Ketua HMI Jogjakarta. Mustoha lulus setahun setelah Jokowi, pada 1985. Konon, waktu kuliah di Kehutanan UGM, dia juga kuliah di IAIN Sunan Kalijaga.

Karir pendidikannya cukup mentereng. Setelah S1, dia meraih gelar S2 Ekonomi Manajemen Pembangunan di Los Banos, Filipina. Gelar Doktor Manajemen Bisnis dia dapat dari Unpad tahun 2006. Tak cukup sampai situ, tujuh tahun kemudian dia juga lulus sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta.

Di dunia profesional, Mustoha kini menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pupuk Indonesia, posisi yang diemban sejak 2020. Sebelumnya, dia punya pengalaman panjang di seputar kehutanan dan BUMN. Dia pernah jadi Direktur Utama Perhutani periode 2014-2019, dan sempat singgah sebagai Ketua Dewan Pengawas Perhutani. Posisi komisaris independen juga pernah dia pegang di PT Pusri Palembang.

Selama di Pusri, dia beberapa kali mengisi kuliah umum, seperti di Universitas Bengkulu dan Kuningan. Jadi, sosoknya bukanlah orang baru di dunia akademis maupun bisnis.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar