Jakarta Light Festival Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga dan Turis Padati Kota Tua

- Senin, 22 Juni 2026 | 13:00 WIB
Jakarta Light Festival Meriahkan HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga dan Turis Padati Kota Tua

Gemerlap cahaya warna-warni menyinari bangunan-bangunan bersejarah di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Minggu malam (21/6/2026). Peristiwa itu menjadi bagian dari perayaan hari jadi ke-499 Kota Jakarta yang dikemas dalam gelaran Jakarta Light Festival, sebuah pertunjukan cahaya dan video mapping yang langsung menyedot perhatian warga serta wisatawan.

Ribuan orang dari berbagai daerah tampak memadati sudut-sudut kawasan tersebut. Mereka datang bersama keluarga dan kerabat untuk menikmati suguhan visual yang memukau. Bagi sebagian pengunjung, acara ini menjadi pilihan hiburan malam yang menarik karena tidak memerlukan biaya besar. Suasana semakin semarak ketika lampu-lampu mulai menyala secara bergantian di sejumlah fasad gedung tua, menciptakan perpaduan antara seni, teknologi, dan sejarah.

Tidak hanya warga lokal, pesona festival ini juga menjangkau wisatawan mancanegara. Beberapa di antaranya mengaku baru mengetahui acara tersebut secara tidak sengaja, namun langsung terkesan dengan kemegahan pertunjukan. “Kami baru mendengar tentang festival ini malam ini dan ingin melihatnya secara langsung. Menurut kami, acara ini sangat luar biasa. Sangat indah, lampu-lampu dan musiknya fantastis,” ujar Evy dan Alexander, turis asing, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Senin (22/6/2026).

Sementara itu, seluruh rangkaian acara dapat dinikmati secara gratis. Hal ini menjadikan Jakarta Light Festival sebagai salah satu alternatif rekreasi keluarga di tengah meningkatnya biaya hiburan. Dengan memanfaatkan teknologi pencahayaan dan seni visual, kawasan Kota Tua berhasil disulap menjadi pusat keramaian yang hidup pada malam hari.

Jakarta Light Festival merupakan salah satu rangkaian dari perayaan hari jadi ke-499 Kota Jakarta. Melalui beragam pertunjukan cahaya dan video mapping, festival ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menghidupkan kembali denyut nadi kawasan bersejarah ibu kota.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar