TNI AD Klarifikasi Video Viral Perwira Tinggi Bawa Ajudan di Jogja Marathon: Kesalahpahaman Teknis

- Senin, 22 Juni 2026 | 14:15 WIB
TNI AD Klarifikasi Video Viral Perwira Tinggi Bawa Ajudan di Jogja Marathon: Kesalahpahaman Teknis

Sebuah video yang memperlihatkan seorang perwira tinggi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) membawa ajudan saat mengikuti ajang Mandiri Jogja Marathon 2026 menjadi viral di media sosial. Insiden tersebut memicu beragam spekulasi di kalangan warganet sebelum akhirnya mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak militer.

Video yang beredar luas itu, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @eventlari.id, merekam momen ketika sang perwira terlibat tegangan dengan panitia penyelenggara di tengah lintasan. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi pada Minggu, 21 Juni 2026.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, angkat bicara untuk meluruskan kejadian yang sempat menjadi perbincangan hangat. Dalam keterangan resminya di Jakarta pada Senin, 22 Juni 2026, ia menegaskan bahwa insiden tersebut murni merupakan kesalahpahaman di lapangan.

“Dapat kami jelaskan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman yang terjadi di lapangan antara petugas pengawas lintasan dengan ajudan Danrem 072/Pamungkas saat kegiatan berlangsung,” ujar Donny.

Perwira tinggi yang dimaksud dalam video tersebut adalah Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, yang saat ini menjabat sebagai Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas. Ia diketahui mengikuti ajang maraton itu bersama istri, satu orang anak, dan seorang ajudan. Menurut Donny, keempatnya telah terdaftar sebagai peserta resmi dan memegang tiket dari penyelenggara.

Dengan status tersebut, mereka masing-masing memperoleh nomor identitas peserta atau yang biasa disebut Bib, yang wajib ditempelkan di badan selama perlombaan berlangsung. Namun, dalam pelaksanaannya, nomor peserta milik sang ajudan diduga terlepas dan jatuh di tengah lintasan yang cukup padat.

“Dalam pelaksanaannya diduga nomor peserta tersebut terlepas saat berada di lintasan yang cukup padat sehingga menimbulkan kesalahpahaman saat pemeriksaan oleh petugas,” ungkap Donny.

Kondisi itulah yang membuat petugas pengawas lintasan memberhentikan ajudan yang saat itu tengah berlari sambil mendokumentasikan Yuniar. Momen tersebut kemudian terekam dan menyebar di media sosial, memperlihatkan Yuniar sempat bersitegang dengan panitia karena tidak terima ajudannya dihentikan di tengah jalan.

Setelah kejadian itu, Donny menyatakan bahwa pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak sepakat bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik.

“Setelah kejadian tersebut, pihak penyelenggara, event organizer, dan Danrem 072/Pamungkas telah melakukan komunikasi serta klarifikasi secara langsung. Seluruh pihak memahami bahwa kejadian tersebut murni merupakan persoalan teknis di lapangan dan telah diselesaikan dengan baik,” ujar Donny.

TNI AD pun menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara yang dinilai telah bekerja secara profesional dalam menjaga ketertiban dan menerapkan peraturan yang berlaku selama perlombaan. Donny berharap masyarakat dapat menyikapi peristiwa ini secara bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat peristiwa ini secara proporsional dan tidak mengaitkannya dengan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya,” tutup Donny.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar