Dalam sebuah wawancara yang tercatat di buku "Kopassus untuk Indonesia", ia bercerita tentang pengalaman pertamanya ke Bosnia dengan nada khas.
Ucapannya itu punya cerita. Rupanya, itu adalah kali pertama ia benar-benar merasakan pesawat mendarat dengan sempurna. Selama ini, dalam misi-misi sebelumnya, ia dan tim selalu terjun bebas sebelum pesawat menyentuh landasan. Take off biasa, tapi landing? Itu barang mewah.
Kemampuan prajurit Baret Merah memang sudah jadi legenda. Tidak perlu diragukan lagi soal itu.
Mereka ditempa lewat latihan-latihan yang bagi orang biasa terkesan mustahil. Kemampuan bertarung hanyalah dasar. Mereka juga diasah dengan latihan menyelam di kolam Tribuana yang kedalamannya mencapai 17 meter. Lalu ada latihan dropper, yang dikenal sebagai salah satu tahapan paling ekstrem. Belum lagi latihan survival di hutan belantara.
Semua itu membentuk prajurit yang tangguh, seperti Mardi Rambo. Kisah minum air bekas kuda di Bosnia hanyalah satu fragmen kecil dari perjalanan panjang mereka. Di sisi lain, setiap misi perdamaian menyimpan cerita tersendiri tentang bahaya, ketahanan, dan pengorbanan yang seringkali tak terlihat oleh publik.
Artikel Terkait
Gunung Dukono Erupsi, Kolom Abu Capai 400 Meter
Pemkot Surabaya Akan Evaluasi SMP yang Izinkan Siswa Bawa Motor
Harga Emas Antam Tembus Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Rp2,9 Juta
Bank Dunia Revisi Turun Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Jadi 4,7 Persen