TVRINews, Jakarta
Pemerintah berjanji bakal menjaga ketat disiplin anggaran. Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan target utama: rasio utang negara tak akan melampaui 40 persen dari Produk Domestik Bruto.
Tak cuma soal utang, defisit APBN juga akan dikendalikan di bawah angka 3 persen. Menurut sejumlah saksi, pernyataan resmi ini disampaikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Dia baru saja menghadiri Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).
“Bapak Presiden komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen,” ujar Airlangga.
Padahal, Undang-Undang Keuangan Negara sebenarnya memberi ruang hingga 60 persen. Tapi pemerintah memilih jalur yang lebih konservatif. “Demikian pula defisit dijaga di level 3 persen. Ini akan dijaga sampai akhir tahun,” tambahnya.
Lalu, bagaimana kondisi ekonomi saat ini? Airlangga melihatnya dengan cukup optimis. Beberapa indikator utama, seperti Indeks Keyakinan Konsumen dan PMI manufaktur, menunjukkan tren positif. Cadangan devisa dan neraca pembayaran juga disebut dalam keadaan aman.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Janjikan Harga BBM Subsidi Tetap Terjangkau
Pemerintah Tanggung Kenaikan Biaya Avtur Haji 2026, Biaya Jemaah Tetap Turun
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari