Lahan seluas itu rencananya akan dibangun menjadi sebuah kampung haji yang lengkap, dilengkapi dengan belasan menara. Namun, langkah strategisnya tak berhenti di situ. Pemerintah juga sudah mengajukan permohonan khusus ke Kerajaan Arab Saudi.
"Saya sudah mengajukan dan di prinsip disetujui, saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk punya terminal khusus haji," tutur Prabowo.
Keberadaan terminal khusus ini diharapkan menjadi game changer. Logikanya sederhana: dengan terminal sendiri, proses keluar-masuk jemaah Indonesia bisa jauh lebih cepat dan efisien. Ini bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan bagian dari upaya serius meningkatkan layanan haji secara menyeluruh. Mobilitas yang lancar, dari berangkat sampai pulang, jadi prioritas.
Jadi, dua kabar ini berjalan beriringan. Satu sisi, perjuangan memendekkan antrean. Di sisi lain, penyiapan fasilitas pendukung di lokasi. Semuanya bertujuan untuk satu hal: mempermudah perjalanan ibadah masyarakat.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59