BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Berpotensi Picu Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

- Kamis, 05 Maret 2026 | 16:20 WIB
BMKG Waspadai Tiga Bibit Siklon Tropis, Berpotensi Picu Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Perhatian kembali tertuju pada pantauan cuaca ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja merilis perkembangan terbaru soal tiga bibit siklon tropis yang mengintai di sekitar wilayah Indonesia. Ketiganya, bernomor kode 90S, 93S, dan 92P, terus diawasi ketat karena potensi dampaknya terhadap cuaca di Tanah Air.

Menurut pantauan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta per Kamis (5/3/2026), ketiga bibit siklon ini sebenarnya sudah muncul sejak akhir Februari lalu. Mereka bergerak perlahan, dan pergerakannya itulah yang menentukan cuaca kita dalam 24 jam ke depan.

Posisi dan Perkiraan Arah Gerak

Bibit Siklon Tropis 90S saat ini berada di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa Timur, tepatnya di koordinat 11.7° LS 109.2° BT. Bibit yang terbentuk sejak 27 Februari ini punya kecepatan angin sekitar 65 km/jam. Tekanan di pusatnya tercatat 992 hPa.

Nah, untuk yang satu ini, peluangnya untuk menguat jadi siklon tropis penuh dinilai Sedang. Diprediksi ia akan bergerak lambat ke arah timur.

Bibit Siklon Tropis 93S lokasinya agak jauh, yaitu di Samudra Hindia barat Australia (15.3° LS 135.7° BT). Kekuatannya relatif lebih lemah dengan angin 37 km/jam dan tekanan 1002 hPa. Meski baru terpantau 2 Maret, bibit ini juga punya peluang Sedang untuk berkembang, dengan pergerakan mengarah ke barat.

Lain lagi dengan Bibit Siklon Tropis 92P. Ia terpantau di daratan Australia bagian utara (16.5° LS 119.6° BT). Kecepatan anginnya 55 km/jam. Dari ketiganya, 92P ini justru punya probabilitas terendah untuk berubah jadi siklon, alias Rendah. Arah geraknya diperkirakan ke barat juga.

Lalu, Apa Dampaknya Buat Kita?

BMKG menegaskan, meski tidak langsung menghantam, keberadaan ketiga sistem tekanan rendah ini bakal mempengaruhi kondisi cuaca dan laut Indonesia sampai Jumat (6/3) pagi. Efeknya cukup beragam.

Akibat Bibit Siklon 90S, sejumlah wilayah harus bersiap. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Bali, dan NTT. Angin kencang juga perlu diwaspadai di Jawa Tengah hingga NTT.

Tapi yang paling signifikan adalah dampaknya terhadap gelombang laut. Di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, ombak bisa mencapai ketinggian 4 hingga 6 meter – kondisi laut yang sangat kasar dan berbahaya bagi pelayaran. Gelombang setinggi 2.5-4 meter juga berpotensi terjadi di perairan barat Lampung hingga selatan Yogyakarta.

Untuk Bibit Siklon 92P, dampak utama terasa di kawasan timur. Hujan lebat dan angin kencang mengancam pesisir selatan Papua Selatan dan Maluku bagian tenggara. Laut Arafuru diperkirakan akan mengalami gelombang tinggi 2.5-4 meter.

Sementara itu, Bibit Siklon 93S turut menyumbang peningkatan gelombang di wilayah yang hampir sama dengan 90S, terutama di Samudra Hindia sebelah barat dan selatan Jawa.

Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Terutama terhadap risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, atau tanah longsor di daerah-daerah yang rawan. Pantau terus perkembangan informasi dari sumber resmi.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar