Kombes Iman Imanuddin, yang memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, membeberkan alasan di balik aksi penipuan yang dilakukan Ayu Puspita dan karyawannya, Dimas. Keduanya diketahui menyasar calon pengantin yang memakai jasa wedding organizer (WO) mereka.
Motifnya, kata Iman, ternyata cukup personal. Uang hasil tipu daya para korban itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Mulai dari mencicil rumah, sampai berlibur ke luar negeri.
“Dari keuntungan yang diperoleh atas perbuatan yang dilakukan oleh para tersangka ini digunakan untuk kepentingan pribadi, baik itu untuk membayar cicilan rumah, kemudian untuk kegiatan jalan-jalan ke luar negeri, dan untuk kepentingan-kepentingan pribadi yang lainnya,”
Ucap Iman di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (13/12).
Sayangnya, Iman belum mau merinci negara mana saja yang sudah dikunjungi Ayu dan Dimas dengan uang haram tersebut. Itu masih jadi bahan penyelidikan.
“Adapun untuk tujuan dari perjalanan tentunya itu nanti kami akan kembangkan di dalam proses penyidikan lanjutan,”
Jelasnya.
Sejauh ini, polisi telah menerima laporan yang cukup mencengangkan. Ada delapan laporan polisi resmi, ditambah 199 aduan lain dari para korban. Nilai kerugiannya? Fantastis.
Kerugian materialnya ditaksir mencapai angka Rp 11,5 miliar. Iman pun menyebutkan angka pastinya dengan teliti.
“Ini kami hitung berkisar jumlahnya tadi sebagaimana disampaikan 11,5 miliar. 11,5 miliar ya, 11.588.117.160 rupiah,”
Imannya menegaskan.
Kini status Ayu dan Dimas sudah resmi sebagai tersangka. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 4 tahun, karena dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. Perjalanan hukum mereka tampaknya masih panjang.
Artikel Terkait
Truk Tangki Modifikasi Muat 5 Ton Solar Terguling, Puluhan Kecelakaan Beruntun di Bangkalan
Polisi Bongkar Judi Online Skala Besar di Batam, Dua Tersangka Kelola Lebih dari 200 Ribu Akun
Penundaan 11 Jam Sriwijaya Air SJ-581, Penumpang Mengeluhkan Minimnya Kompensasi dan Komunikasi
PSM Makassar Kalahkan Bhayangkara 2-1, Modal Penting Jauhi Zona Degradasi Liga 1