Secara total, ada 497 unit kendaraan yang akhirnya bisa pulang. Rinciannya, 10 mobil dan 487 sepeda motor. Jumlah itu sebetulnya hanya sebagian dari upaya besar yang dilakukan selama dua tahun terakhir. Dari total 3.430 kasus curanmor yang berhasil diungkap sejak 2024 hingga Maret 2026, polisi mengamankan 1.715 unit kendaraan. Artinya, proses identifikasi dan administrasi untuk mengembalikan sisanya masih terus berjalan.
Di sisi lain, Sandi Nugroho tak menampik bahwa masih banyak pekerjaan rumah. "Kami menyadari bahwa belum semua kasus bisa kami ungkap," akunya.
Tapi dia berjanji, komitmennya bulat. "Tapi yakinlah bahwa kami akan terus berbuat yang terbaik bersama-sama dengan seluruh Pejabat Utama dan Kapolres jajaran, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di Bumi Sriwijaya."
Harapannya jelas. Momentum pengembalian ini bukan titik akhir, melainkan penyemangat. Baik untuk membangun kepercayaan warga, maupun untuk mendorong anak buahnya agar tetap bekerja presisi. Profesional, dan cepat tanggap. Soalnya, melindungi masyarakat itu tugas utama. Dan kadang, tugas itu terasa lebih berarti ketika hak-hak yang hilang bisa dikembalikan, meski satu per satu.
Artikel Terkait
Prabowo Tegaskan Subsidi BBM Dipertahankan untuk 80 Persen Rakyat Miskin
Banyumas Olah Sampah Jadi Bahan Bakar, Capai 100 Ton RDF per Hari
Australia dan Palembang Perdalam Kerja Sama Sanitasi dan Lingkungan
PT Freeport Indonesia Kenang 9 Korban Jiwa dalam Peringatan HUT ke-59