Setelah diterjang banjir yang melanda sejumlah wilayah Sumatra akhir tahun lalu, suasana belajar di sekolah-sekolah terdampak perlahan mulai kembali normal. Ya, pembelajaran tatap muka sudah berjalan lagi. Padahal, hanya beberapa bulan sebelumnya, para siswa itu masih harus menimba ilmu di dalam tenda-tenda darurat.
Perkembangannya cukup positif, harus diakui. Kunci utamanya? Kerja sama. Pemerintah pusat dan daerah bergandengan tangan dengan pihak sekolah untuk memulihkan kegiatan belajar. Dukungannya beragam, mulai dari perbaikan infrastruktur, penyediaan fasilitas sementara, sampai pendampingan untuk guru dan murid.
Menurut sejumlah saksi di lapangan, satuan pendidikan di sana menunjukkan kelincahan yang mengagumkan dalam beradaptasi. Mereka tak menunggu lama. Segera disiapkan ruang belajar darurat, kurikulum pun disesuaikan dengan kondisi, semua demi satu hal: hak belajar anak-anak harus tetap terjamin.
Hayati, Kepala UPTD SD Negeri 158498 Aek Tolang di Sumatra Utara, membenarkan hal itu. Sekolahnya sudah kembali beraktivitas normal sejak Januari lalu.
Di sisi lain, metode belajarnya sendiri juga sudah disesuaikan. Sekolah mereka menerapkan kurikulum mandiri yang lebih adaptif. Asesmen untuk siswa dilakukan dengan cara yang sederhana, fleksibel, mengikuti panduan teknis dari Kemendikdasmen untuk sekolah korban bencana.
Dukungan pemerintah, menurut Hayati, sangat terasa. Bantuan datang dalam bentuk tunai untuk kebersihan sekolah dan kebutuhan murid, seperti seragam.
Tak cuma itu. SDN tersebut juga mendapat program revitalisasi yang mencakup pembangunan dua kelas baru, toilet, plus penataan lingkungan. Semua itu jelas memperkuat pondasi untuk pembelajaran jangka panjang.
Artikel Terkait
Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Syawal 1447 H Bertepatan dengan Awal April 2026
Garena Bagikan 30 Kode Redeem Free Fire Gratis untuk 28 Maret 2026
LRT Sumsel Angkut Lebih dari 213 Ribu Penumpang Selama Libur Lebaran 2026
Mentan: Indonesia Jadi Rujukan Swasembada Pangan, Tapi Ancaman Impor Masih Nyata