BANDUNG Menjelang puncak arus mudik Lebaran, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi punya langkah tak biasa. Ia berencana meliburkan para pekerja transportasi tradisional, seperti tukang becak, supir angkot, dan tukang delman, selama satu pekan penuh. Liburan itu berlaku untuk periode sebelum dan sesudah hari raya.
Tak perlu khawatir, mereka yang diliburkan bakal dapat kompensasi dari Pemprov. Jadi, meski tak mangkal, urusan nafkah tetap jalan.
"Saya sudah lapor ke kapolda," ucap Dedi belum lama ini.
Ia menjelaskan, seluruh jalur mudik yang biasanya ramai dengan angkot, becak, andong, dan sejenisnya akan dikosongkan sementara. "Mereka harus cari nafkah, tapi sepekan sebelum Lebaran dan sesudah lebaran kami memutuskan daerah itu nanti mereka diliburkan," tambahnya.
Alasannya jelas: menghindari kemacetan. Dengan memberi uang saku selama masa libur itu, Dedi berharap tak ada lagi penyumbatan di wilayah Jawa Barat. Jalanan diharapkan lebih lega.
Di sisi lain, kebijakan ini juga ditujukan untuk kenyamanan pemudik. Masyarakat yang melintas lewat Jabar diharapkan bisa merasa tentram dan nyaman, tanpa gangguan berarti di perjalanan. Gubernur juga memastikan kondisi jalan yang akan dilintasi dalam keadaan mulus.
Jadi, skemanya sederhana: liburkan sementara, beri santunan, agar arus mudik lancar dan semua pihak senang. Langkah ini rencananya segera diterapkan menyongsong gelombang pulang kampung terbesar tahun ini.
Artikel Terkait
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Pimpin Delegasi ke Pakistan untuk Bicara dengan Iran
Trump Unggah Gambar AI Dirinya Serupa Yesus, Kian Panaskan Ketegangan dengan Vatikan
Mentan Klaim Stok Beras 4,9 Juta Ton Siap Hadapi El Nino 2026
Pemerintah Targetkan Hentikan Impor Solar Mulai 1 Juli 2026