Trump Klaim Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari, Tapi Ditolak Pihak Terkait

- Sabtu, 18 April 2026 | 07:10 WIB
Trump Klaim Israel dan Lebanon Sepakat Gencatan Senjata 10 Hari, Tapi Ditolak Pihak Terkait

Donald Trump punya pengumuman penting. Presiden Amerika Serikat itu menyatakan Israel dan Lebanon sepakat untuk gencatan senjata. Gencatan itu, katanya, bakal berlangsung selama sepuluh hari. Pengumuman ini dia sampaikan beberapa waktu lalu, tapi rupanya tak semua pihak langsung menerimanya. Lantas, siapa yang tak terima?

Menurut sejumlah saksi, Trump menyampaikan kabar itu lewat platform Truth Social pada Kamis kemarin, 16 April. Dia mengklaim sudah ngobrol langsung dengan dua pemimpin: Presiden Lebanon, Joseph Aoun, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan Presiden Joseph Aoun yang terhormat dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu dari Israel,”

Begitu kira-kira cuplikan pernyataannya, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Trump tampaknya yakin betul dengan kesepakatan ini. Dia menegaskan kedua pemimpin itu sudah sepakat untuk langkah perdamaian. Gencatan senjata resminya sendiri direncanakan mulai pukul lima sore waktu EST.

“Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata 10 hari pada pukul 5 sore EST,” tambahnya.

Namun begitu, kabar dari Trump ini langsung memantik tanda tanya. Gencatan senjata sepuluh hari? Di tengah ketegangan yang sudah berlarut-larut, pengumuman mendadak itu terdengar agak mengejutkan. Reaksi dari pihak-pihak terkait pun mulai bermunculan, dan tidak semuanya positif. Ada yang meragukan, bahkan menolak. Tapi itu cerita untuk bagian selanjutnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar