Menurut sejumlah saksi, pagi hari sebelum tragedi, suasana sudah tidak harmonis. Sekitar pukul 08.00 WIB, RP sempat bertengkar dengan istrinya. Penyebabnya adalah soal uang. Usai pertengkaran itu, sang istri memilih pergi ke ladang, meninggalkan suami dan anaknya, si pelaku, di rumah.
Nah, saat korban terlelap di kamar, inilah yang diduga menjadi momen puncak. RMP dikabarkan mengambil parang dari gudang. Lalu, dengan brutal, ia menyerang ayahnya yang sedang tidur itu. Serangan itu begitu ganas dan mematikan, membuat RP tewas seketika di tempat.
Polisi baru mendapat laporan dari warga sekitar pukul 13.19 WIB. Tim dari Polsek Pinggir langsung bergerak cepat. Dipimpin oleh Iptu Donni Widodo Siagian, mereka segera menuju lokasi kejadian. Pelaku, RMP, berhasil diamankan tanpa perlawanan. Ia langsung dibawa ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan yang mendalam. Sementara jenazah korban dievakuasi ke RSUD Mandau untuk proses visum.
Di sisi lain, petugas masih sibuk mengolah TKP. Mereka mengumpulkan barang-barang bukti yang diharapkan bisa menjelaskan kronologi sebenarnya. Pekerjaan detektif ini masih terus berlangsung, mencoba mengurai benang merah dari motif di balik tindakan mengerikan tersebut.
Kini, pelaku mendekam di sel tahanan. Masyarakat setempat masih diliputi keheranan dan duka. Sebuah keluarga hancur berantakan dalam sekejap, meninggalkan tanda tanya besar tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik dinding rumah mereka.
Artikel Terkait
Ketua GRANAT Dukung Penuh Usulan BNN Larang Vape untuk Cegah Peredaran Narkoba Cair
Indonesia Desak PBB dan Lebanon Usut Tuntas Insiden Tewasnya Tiga Prajurit TNI di UNIFIL
Polisi Gerebek Pabrik Ekstasi di Apartemen Mewah Jakarta Timur, 2 Tersangka Diamankan
Bareskrim Ungkap 755 Kasus Penyelewengan BBM dan Elpiji Bersubsidi, Negara Rugi Rp1,26 Triliun