Polisi kembali berhasil membongkar praktik nakal yang merugikan negara. Kali ini, Bareskrim Polri mengungkap ratusan kasus penyelewengan BBM dan elpiji bersubsidi. Atas kerja keras itu, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, tak segan memberi apresiasi.
Habiburokhman secara khusus menyoroti kinerja Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim. Menurutnya, pengungkapan 755 TKP sepanjang 2025 hingga April 2026 ini adalah langkah nyata.
"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, atas keberhasilan membongkar 755 TKP kasus penyelewengan BBM dan elpiji bersubsidi sepanjang 2025 hingga April 2026 sebagai wilayah Indonesia, dengan total 672 tersangka yang ditangkap,"
ujar Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).
Bagi politisi itu, ini bukan sekadar angka. Ini soal komitmen. Dia menilai kasus ini termasuk besar dan menunjukkan keseriusan aparat.
"Kami menegaskan langkah Polri tersebut merupakan bentuk nyata dan merupakan komitmen Polri dalam menjaga hak masyarakat serta melindungi keuangan negara dari praktik-praktik ilegal yang merugikan rakyat,"
katanya.
"Ini bukti keseriusan aparat polisi menegakkan hukum dan menjaga program subsidi kepada masyarakat menjadi tepat sasaran," imbuhnya lagi.
Memang, dampak dari praktik ilegal ini sungguh fantastis. Negara berpotensi rugi hingga Rp 1,26 triliun. Rinciannya, kerugian dari penyalahgunaan BBM subsidi ditaksir mencapai Rp 516,8 miliar. Sementara untuk elpiji, angkanya bahkan lebih besar: sekitar Rp 749,2 miliar.
Dengan 672 tersangka yang sudah diamankan, langkah Polri ini setidaknya memberi efek jera. Meski begitu, perjalanan untuk memberantas habis praktik semacam ini masih panjang. Butuh pengawasan ketat dan sinergi semua pihak.
Artikel Terkait
Daging Kurban Alot? Jangan Langsung Marinasi, Simpan Dulu 24 Jam di Kulkas
Ribuan Jemaah Salat Idul Adha di Al-Aqsa di Tengah Ketegangan dan Pelanggaran Gencatan Senjata
Istri Kunjungi Yaqut Cholil Qoumas di Rutan KPK saat Idul Adha, Bawa Tempe Goreng karena Suami Idap GERD
Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang Resmi Beroperasi, Putus Isolasi Dua Desa Hanya dalam 5 Menit