Polisi baru saja menggerebek sebuah 'pabrik' ekstasi yang beroperasi di dalam sebuah apartemen mewah di Jakarta Timur. Tempatnya di Apartemen Bassura, tepatnya di lantai 22, Cipinang. Ini jadi salah satu kasus besar yang berhasil diungkap Ditresnarkoba Polda Metro Jaya sepanjang awal tahun 2026.
Menurut Kombes Ahmad David, Direktur Reserse Narkoba, dua orang diamankan dalam razia itu. Mereka diduga sebagai otak produksi sekaligus kurirnya.
"Tersangkanya dua orang. Satu laki-laki berinisial K, satunya perempuan inisial S," jelas David dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (8/4/2026).
"Mereka ini yang meracik dan sekaligus mengantarkan barang haram itu ke pembeli," imbuhnya.
Hasil penggerebekan cukup mencengangkan. Polisi menyita 653 butir ekstasi siap edar dan 38 pax happy water. Tidak cuma itu, peralatan produksinya pun diamankan. Mulai dari bahan baku, prekursor, adonan siap cetak, sampai mesin cetaknya sendiri. Dari tempat ini, produksinya bisa mencapai 150 butir ekstasi per hari. Cukup gila.
Lab gelap ini konon sudah jalan selama dua bulan. Artinya, produknya baik ekstasi maupun happy water sudah pasti menyebar ke berbagai sudut Jakarta dan kota penyangganya.
Namun begitu, polisi menyebut ini belum berakhir. David mengaku masih memburu aktor intelektual di belakang layar.
"Kami masih kejar bandar atau aktor intelektual yang menyuruh mereka. Dua tersangka ini kan hanya pelaksana, di atasnya masih ada yang memerintahkan," tegas David.
Di sisi lain, Kompol Andaru Rahutomo dari Kasubbidpenmas menekankan bahwa penindakan saja tidak cukup. Pendekatannya harus komprehensif.
"Kami seimbangkan tindakan tegas dengan upaya pencegahan dan rehabilitasi. Tujuannya agar korban kecanduan bisa sembuh dan kembali hidup normal di masyarakat," ujar Andaru.
Soal barang bukti yang disita, proses pemusnahannya dijamin transparan. Mereka akan dibakar di insinerator dengan diawasi banyak pihak dan tentu saja, melalui uji lab terlebih dahulu.
Polda Metro Jaya berjanji terus bersikap keras pada peredaran narkoba. Masyarakat pun diminta ikut serta. Jika mencium kegiatan mencurigakan, laporkan segera ke hotline 110. Perang melawan narkoba butuh kerjasama semua pihak.
Artikel Terkait
Guterres Kecewa Konferensi Non-Proliferasi Nuklir PBB Gagal Capai Kesepakatan
Tim Gegana Brimob Sterilisasi JIS Jelang Laga Persija vs Semen Padang
Ini Arti Status Bansos di Aplikasi Cek Bansos, dari Penetapan hingga Gagal Top-Up
LAMR Apresiasi Polda Riau Tetapkan PT Musim Mas Tersangka Kasus Lingkungan, Kerugian Negara Capai Rp187 Miliar