Balon Kempis di Lapangan Merdeka: Bocah 5 Tahun Tewas Terhimpit

- Minggu, 07 Desember 2025 | 19:42 WIB
Balon Kempis di Lapangan Merdeka: Bocah 5 Tahun Tewas Terhimpit

Malam Minggu di Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh, seharusnya menjadi momen bahagia. Tapi suasana itu berubah jadi pilu setelah seorang bocah lima tahun, GL, ditemukan tak bernyawa. Korban terhimpit di dalam istana balon yang sudah dikempiskan dan dilipat. Upaya penyelamatan di rumah sakit pun tak mampu menyelamatkan nyawanya.

Menurut keterangan, insiden terjadi pada tanggal 30 November lalu. GL awalnya terlihat bermain di sekitar wahana balon itu. Lama-kelamaan, ia tak kelihatan lagi. Sang ibu, Putri Ningsih, mulai cemas dan mencarinya.

"Awalnya masih kelihatan main," kenang Ningsih, saat diwawancarai seminggu setelah kejadian.

"Setelah setengah jam karena sudah sepi, adik tadi tidak ada kelihatan, jadi tanya neneknya yang menjawab 'ada di balon'. Sudah lihat ke balon, sudah sepi, lalu tanya ke bapak pemiliknya. Saya tanya 'pak ada tengok adek di dalam'. Bapak itu menjawab tidak ada."

Pencarian pun berlanjut. Ningsih mondar-mandir, mengecek lapangan, bertanya pada penjaga gedung, bahkan sempat pulang ke rumah. Hasilnya nihil. Sosok anak bungsunya itu seperti menghilang.

Hingga akhirnya, ia kembali ke lapangan dan melihat pemilik balon sedang membuka gulungan balon yang sudah dikempiskan. Sebuah firasat buruk menghantam.

"Saya tanya 'Pak, ada anak saya di dalam?'" ujarnya. "Ada kerasa anaknya."

Benar saja. Saat balon dibuka, GL terlihat tengkurap dalam kondisi tak sadar. Ia langsung dibawa ke rumah sakit. Upaya tim medis dilakukan, termasuk pemberian oksigen berulang kali. Sayangnya, semuanya sudah terlambat.

"Sempat panas badannya. Minta ulang lagi sama bidannya. Sempat diulang lagi, tapi ternyata tidak ada lagi," tutur Ningsih dengan suara lirih.

"Sampai di situ kami tidak bisa berkata-kata. Emang hancur perasaan. Anak yang lagi disayang-sayangnya, sudah pergi untuk selama-lamanya."

Kepolisian setempat membenarkan peristiwa memilukan ini. AKP Veri Prastiawan, Kasat Reskrim Polres Kerinci, menjelaskan kronologinya.

"Anak tersebut tidak sadarkan diri. Dibawa ke rumah sakit DKT dan dilakukan tindakan medis. Kemudian dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Untuk sekarang, kasus ini masih diselidiki lebih lanjut oleh Polres Kerinci. Proses hukum sedang berjalan, sementara keluarga berduka menanggung kehilangan yang tak terperi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar