Ancaman pengeboman dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terhadap fasilitas vital Iran memicu reaksi tak terduga di lapangan. Alih-alih panik, otoritas di Teheran justru menggalang aksi simbolis. Mereka menyerukan para pemuda mulai dari atlet, seniman, hingga mahasiswa untuk membentuk "rantai manusia" melindungi pembangkit listrik utama negara itu. Aksi itu direncanakan berlangsung mulai Selasa siang, 7 April.
“Aksi ini dibentuk atas saran para pemunya sendiri,” jelas Wakil Menteri Urusan Pemuda Iran, Alireza Rahimi, lewat sebuah pesan video.
“Sejumlah pemuda universitas, seniman muda, dan organisasi-organisasi pemuda mengusulkan agar kita membentuk lingkaran manusia atau rantai manusia di sekitar pembangkit listrik milik negara.”
Menurut Rahimi, ini adalah bentuk komitmen. Dia menyebut gerakan itu 'Rantai Manusia Pemuda Iran untuk Masa Depan yang Cerah', sebuah simbol perlindungan atas infrastruktur negara di tengah ancaman yang menggantung.
Artikel Terkait
Kecelakaan Lalu Lintas di Pangkalpinang Didominasi Faktor Kelalaian Pengemudi
Rusia dan China Veto Resolusi PBB untuk Buka Kembali Selat Hormuz
Enam Perusahaan Siap Bayar Ganti Rugi Rp4,8 Triliun Atas Banjir dan Longsor Sumatra
Min Aung Hlaing Resmi Jadi Presiden, Transisi Kuasa Junta Myanmar Dikritik