Donald Trump kembali mengeluarkan ancaman keras. Kali ini, targetnya adalah Iran. Ancaman terbaru mantan Presiden AS itu muncul bertepatan dengan tenggat waktu pembukaan Selat Hormuz jalur minyak vital yang kini terkatup akibat konflik yang dipicu AS dan Israel.
Lewat akun Truth Social-nya, Trump menggambarkan situasi dengan nada suram.
Begitu bunyi kutipannya, seperti dilaporkan Aljazeera, Selasa lalu. Unggahan itu langsung memicu gelombang kecemasan.
Namun begitu, dalam postingan berikutnya, Trump berusaha melunak. Dia bilang sebenarnya tak menginginkan skenario mengerikan itu terjadi. Yang dia mau, klaimnya, adalah perubahan rezim di Tehran.
Katanya lagi. Trump lalu menutup dengan kalimat yang lebih bombastis.
Artikel Terkait
Min Aung Hlaing Resmi Jadi Presiden, Transisi Kuasa Junta Myanmar Dikritik
Polisi dan Petani Banjarbaru Garap 30 Hektare Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan
Tokoh Sejarah di Balik Pesawat Seulawah RI-001, Teungku Nyak Sandang, Wafat di Aceh Jaya
Polisi Selidiki Gas Mematikan di Bak Proyek Jagakarsa yang Diduga Tewaskan Empat Pekerja