Namun begitu, ceritanya agak berbeda di pesisir. Meski gelombang laut mulai tenang, ancaman justru datang dari air yang merayap naik. Pantura harus bersiap-siap menghadapi banjir rob.
Sediyanto, prakirawan dari Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, membeberkan bahwa pasang maksimum bisa mencapai 0,9 meter. "Puncaknya diperkirakan antara siang sampai sore nanti, sekitar pukul 13.00 sampai 18.00 WIB," jelasnya.
Kenaikan muka air laut ini bukan perkara sepele. Aktivitas warga di pesisir bakal terganggu. Transportasi darat di pinggir pantai berpotensi macet, kegiatan bongkar muat di pelabuhan bisa terhambat. Para pembudidaya ikan di tambak dan petani garam juga harus ekstra hati-hati. Kerugian bisa membayang jika tidak diantisipasi sejak dini.
Secara umum, cuaca di Jawa Tengah hari ini didominasi angin timur laut ke tenggara dengan kecepatan bervariasi, mulai dari yang pelan sampai lumayan kencang. Suhu udara terasa sejuk di pagi hari, sekitar 18 derajat, dan bisa terik mencapai 32 derajat Celcius di siang bolong. Kelembapannya tinggi, antara 60 sampai 95 persen.
Intinya, situasinya tidak menentu. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti perkembangan informasi dari saluran resmi mereka. Dengan begitu, risiko dari cuaca ekstrem ini bisa diminimalisir. Lebih baik waspada daripada menyesal, bukan?
Artikel Terkait
Mengenal Biaya Tetap: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya untuk Perencanaan Keuangan Perusahaan
PMI asal Jembrana Ditangkap di Florida Terkait Dugaan Kekerasan Seksual
Bunuh Diri Martim Fernandes Bawa Nottingham Forest Imbangi Porto di Liga Europa
Trump Tegaskan Pasukan AS Tak Akan Ditarik dari Iran Sebelum Kesepakatan Dipatuhi