Menurut penuturannya, kabar itu menyebar di tengah situasi krisis minyak global yang memang sedang memanas. Lonjakan harga komoditas energi itu rupanya memicu kecemasan, bahkan di kalangan internal.
Namun begitu, Purbaya menegaskan bahwa timnya sudah jauh-jauh hari menyiapkan skenario. Mereka tak hanya berdiam diri.
"Tapi gini," ujarnya mencoba menjelaskan, "Begitu harga minyak naik ke level tinggi, kami di kementerian langsung exercise. Kami hitung untuk masing-masing harga: kalau sampai 80 dolar per barel kondisi APBN berapa, 90 dolar seperti apa, sampai 100 dolar seperti apa. Dan mitigasinya seperti apa."
Jadi, klaim bahwa kas negara nyaris habis tampaknya lebih sebagai desas-desus yang tidak berdasar. Purbaya jelas-jelas membantahnya, sambil menyisipkan kekecewaan bahwa justru anak buahnyalah yang menjadi sumber kebocoran informasi yang menyesatkan itu.
Artikel Terkait
Kebakaran SPBE di Bekasi Tewaskan 4 Jiwa dan Hanguskan 19 Bangunan
BKKBN Jatim Gelar Rakorda, Soroti Capaian Penurunan Stunting dan TFR
KPK Dalami Dugaan Suap Importasi Tembakau Melibatkan Pengusaha Haji Her
Kejati DKI Geledah Ruang Pejabat Kementerian PU untuk Usut Dugaan Korupsi