Sebenarnya, kasus ini sudah mencuat sejak akhir pekan. BGN memastikan akan mendalami penyebab keracunan yang menimpa 72 siswa usai menyantap spageti MBG. Saat dihubungi pada Minggu (5/4), Nanik Sudaryati Deyang dari Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi BGN menyatakan timnya sudah turun ke lokasi.
Namun begitu, dia belum mau merinci temuan sementara di dapur SPPG Pondok Kelapa. Keputusan lebih lanjut, termasuk kemungkinan penangguhan operasional, masih menunggu hasil pengecekan yang lebih komprehensif. “Soal suspend nanti kita lihat perkembangannya,” jelas Nanik.
Sementara proses investigasi berjalan, jumlah siswa yang masih dirawat terus berkurang. Dari 72 orang yang awalnya dilaporkan, kini tersisa sekitar 50-an orang yang masih mendapat perawatan medis. Mereka berasal dari empat sekolah berbeda: SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, 09, dan 07. Perawatan tersebar di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan Rumah Sakit Harum.
Kini, semua pihak tampaknya hanya menunggu satu hal: hasil uji laboratorium yang diharapkan bisa mengungkap titik terang kasus ini.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Stok Beras Nasional Aman untuk 11 Bulan ke Depan Hadapi El Nino
Rusia Desak Serangan Israel ke Lebanon Masuk Cakupan Gencatan Senjata AS-Iran
Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Rumah Kosong yang Rugikan Korban Rp 100 Juta
Kebakaran SPBE di Bekasi Tewaskan 4 Jiwa dan Hanguskan 19 Bangunan